Unram-UIN Mataram kerja sama dengan Universitas Beijing

id Universitas Mataram,Unram,UIN Mataram,MoU,Kerjasama ,Universitas Beijing,Tiongkok,Pemprov NTB,NTB

Unram-UIN Mataram kerja sama dengan Universitas Beijing

Penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding) oleh Prof. Wenju Wang dari Beijing Wuzi University (BWU) dan Rektor Unram Prof. Lalu Husni juga oleh Rektor UIN Mataram Prof. Mutawali Abdul Haqqi, disaksikan oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan delegasi dari dua pihak bertempat di BWU, Tiongkok. (ANTARA/Humas Pemprov NTB/dok).

Mataram (ANTARA) - Universitas Mataram (Unram) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menyepakati kerja sama bidang pendidikan dengan Beijing Wuzi University (BWU), Tiongkok.

Kesepakatan kerjasama ini dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Beijing Wuzi University (BWU) yang dilakukan oleh Rektor Unram Prof. Lalu Husni dan Rektor UIN Mataram Prof. Mutawali Abdul Haqqi dengan Rektor BWU Prof. Wenju Wang, disaksikan oleh Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah dan delegasi dari dua pihak, demikian rilis yang diterima Selasa.

Kerja sama pendidikan yang disepakati mencakup pengiriman mahasiswa dari dua Universitas NTB tersebut di BWU dengan skema beasiswa pendidikan, pertukaran pelajar dan dosen, kolaborasi dalam bidang penelitian dan seminar ilmiah bersama hingga pengembangan atau promosi bersama dalam bidang lainnya seperti seni budaya maupun pariwisata.

"Hari ini menjadi momen yang paling penting, menyenangkan dan membanggakan dalam lawatan kerja kami dari NTB, bahwa dua universitas negeri di NTB, yaitu Unram dan UIN Mataram telah bersepakat menandatangani nota kesepahaman dengan Beijing Wuzi University," ujar Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah.

Ia menyatakan, saat ini sudah ada tiga mahasiswi asal NTB yang berkuliah di BWU melalui program beasiswa NTB.
Ke depan, Gubernur berharap akan ada puluhan hingga ratusan anak-anak muda NTB yang berkuliah S1 hingga S3 manajemen logistik ataupun prodi lainnya di BWU ini dari rintisan kerja sama ini.

"Bahkan kalau perlu seluruh kampus di NTB ikut dalam program yang sama," ucap Gubernur Zulkieflimansyah dalam penandatanganan MoU di kampus BWU, Distrik Thongzhou, Beijing.

Rektor Unram Prof. Lalu Husni menyatakan sangat senang bisa melakukan kerja sama dalam berbagai bidang pendidikan dengan BWU. Menurutnya, program studi yang paling banyak mahasiswa di Unram adalah Ekonomi dan Bisnis, di samping Teknologi Informatika dan Ilmu Komunikasi.

"Saya sangat bahagia dengan penandatangan nota kesepahaman hari ini. Tadi sudah sempat melihat-lihat beberapa ruang kelas, simulasi dan laboratorium riset dan pengembangan fakultas bisnis dan manajemen logistik, yang menjadi andalan dari BWU. Sangat lengkap canggih dan berorientasi pada teknologi digital masa depan. Saya terus berharap kerja sama beasiswa pendidikan dengan BWU ke depannya, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen maupun riset dan publikasi, bisa dikembangkan lebih luas ke depannya," ujarnya.

Sedangkan Rektor UIN Mataram Prof. Mutawali Abdul Haqqi menyebutkan sangat senang, karena ini adalah kerja sama kedua antara UIN Mataram dengan universitas di Tiongkok. Sebelumnya, UIN Mataram juga bekerja sama dengan Wuyi University of Guangzhou pada 2016.

"UIN Mataram memang sebuah perguruan tinggi agama namun terbuka untuk semua kalangan. Program studi yang berorientasi pada pengembangan bisnis yang sesuai dengan prodi di BWU adalah Ekonomi dan Bisnis Syariah. Salah satunya turunan dari Ekonomi dan Bisnis itu adalah pengembangan pariwisata dengan kebutuhan aplikasi layanan jasa dan produk pariwisata, yang saya pikir relevan dengan prodi sistem dan teknologi logistik maupun manajemen rantai pasok dari BWU," ucap Prof. Mutawali.

Bagi Rektor BWU Prof. Wenju Wang, penandatanganan MoU dengan Unram dan UIN Mataram akan menambah kredibilitas maupun akreditasi BWU melalui peningkatan jumlah kerja sama dengan kampus dan keberadaan mahasiswa asing di BWU. Menurut Wenju, platform kebijakan One Belt One Road Initiative Pemerintah RRT yang mencakup Indonesia sebagai mitra, menjadi dasar yang memudahkan kerja sama dengan pihak-pihak dari Indonesia.

"Orientasi pendidikan kami saat ini dan ke depannya adalah yang termasuk dalam One Belt One Road Initiative (OBORI) RRT. Indonesia adalah negara sahabat yang termasuk dalam OBORI, sehingga kami sangat senang hati berkolaborasi dalam sektor pendidikan sebagaimana yang kita lakukan," katanya.*
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar