Bunga Jelitha dan Syamsir Alam menjalani vaksinasi HPV sebelum menikah

id bunga jelitha,syamsir alam,vaksinasi hpv,kanker serviks

Bunga Jelitha dan Syamsir Alam menjalani vaksinasi HPV sebelum menikah

Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani dan pasangannya mantan pemain sepak bola Syamsir Alam dalam konferensi pers #SehatSebelumMenikah di Jakarta, Selasa (26/11/2019). (ANTARA/Aubrey Fanani)

Jakarta (ANTARA) - Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani dan pasangannya, mantan pemain sepak bola Syamsir Alam, menjalani vaksinasi HPV sebelum menikah.

"Rencana pernikahan tahun depan. Setelah ngurus surat nikah memang dirujuk untuk periksa kesehatan. Aku pun sudah melakukan vaksin HPV lengkap," kata Bunga dalam acara #SehatSebelumMenikah di Jakarta, Selasa.

Perempuan kelahiran 1991 itu mengatakan bahwa vaksinasi itu penting melindungi diri dari dari penyakit kanker serviks yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV).

Syamsir Alam pun menjalani vaksinasi HPV.

Semula Bunga dan Syamsir mengira vaksin HPV hanya untuk perempuan saja tetapi kemudian mengetahui bahwa laki-laki juga dianjurkan menjalani vaksinasi HPV.

"Awalnya yang saya tahu vaksin itu untuk perempuan saja. Tetapi laki-laki ternyata bisa membawa dan menularkan ke perempuan. Saya enggak mau kehilangan orang yang saya cintai. Maka itu penting banget laki-laki juga melakukan vaksinasi HPV," kata Syamsir.

Dia mengatakan kanker serviks adalah kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi dan mengajak pasangan yang hendak menikah untuk memeriksakan kesehatan sebelum menikah.

Data Globalcon 2018 menunjukkan bahwa kasus baru kanker serviks di Indonesia mencapai 33.469 kasus atau 17,2 persen dari persentase kanker pada kaum perempuan di Indonesia.

Kanker serviks atau kanker leher rahim salah satu kanker yang banyak menyebabkan kematian pada perempuan. Kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun, artinya 50 perempuan Indonesia setiap hari meninggal dunia akibat kanker tersebut. Padahal kanker serviks bisa dicegah dengan vaksinasi HPV.
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar