Batam (ANTARA) - TNI tetap melaksanakan pengusiran terhadap kapal-kapal China yang memasuki wilayah perairan ZEE Indonesia dengan cara persuasif.
"Kita akan tetap melakukan pengusiran secara persuasif," kata Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono usai meninjau kesiapan KRI yang akan beroperasi besok di Faslabuh Lanal Ranai, Selat Lampa, Natuna, Selasa.
Ia mengatakan upaya pengusiran akan dilakukan tanpa batas waktu. TNI, kata dia, tetap hadir di laut untuk menghalau dan mengusir kapal asing dengan cara persuasif.
Saat dilakukan pemantauan, pihaknya masih memantau 30 kapal ikan China bersama 4 kapal coast guard dan 1 kapal pengawas ikan. Seluruh kapal asing itu masih berada di posisi yang sama seperti kemarin.
"Kapal ikan melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Kapal coast guard melaksanakan pengamanan di sebelah selatannya," kata dia.
Rencananya, Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Natuna Kepri, Rabu (8/1). Di Natuna, Presiden akan melakukan gelar pasukan.
"Kita siapkan sesuai prosedur Pam VVIP, di Bandara Ranai maupun Selat Lampa," tuturnya.
Berita Terkait
Satuan TNI terintegrasi diperkuat demi antisipasi konflik di LCS
Rabu, 20 Maret 2024 7:31
Perkuat peran kapal "coast guard" Indonesia di Natuna, kata Hikmahanto
Kamis, 16 Januari 2020 13:50
Inggris sebutkan semua pihak harus patuhi hukum terkait konflik Natuna
Rabu, 15 Januari 2020 18:40
Untuk berjaga, Empat pesawat F-16 dikerahkan di Natuna
Selasa, 7 Januari 2020 20:00
TNI mengimbau nelayan Natuna tidak cemas
Sabtu, 4 Januari 2020 10:24
Tiga KRI siaga tempur menjaga laut Natuna
Jumat, 3 Januari 2020 20:33
Kapal pencuri ikan dari Vietnam ditangkap di Perairan Natuna Utara
Rabu, 21 Agustus 2024 12:59
Polda NTB telusuri riwayat perekrutan korban TPPO kapal ikan China asal Sumbawa
Selasa, 9 Juni 2020 18:39