ANTARA - Harga beras di Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, karena kurang optimalnya penyerapan gabah petani. Bahkan banyak petani yang lebih memilih untuk mengirim hasil panen keluar daerah, karena tawaran harga yang lebih tinggi. Meski demikian, Pemprov NTB menyebut bahwa stok beras akan aman hingga panen berikutnya di bulan Oktober. (Kusnandar/Andi Bagasela/Gracia Simanjuntak)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.