Ayah jadi TKI dan ibu kandung jarang jenguk, bocah penderita jantung bocor di Loteng butuh perhatian

id Jantung

Ayah jadi TKI dan ibu kandung jarang jenguk, bocah penderita jantung bocor di Loteng butuh perhatian

Seorang anak Arya Adinata (9), warga Dusun Penyawung, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, sangat membutuhkan bantuan orang darmawan karena didiagnosa mengidap penyakit jantung bocor. 

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Seorang anak Arya Adinata (9), warga Dusun Penyawung, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, sangat membutuhkan bantuan orang darmawan karena didiagnosa mengidap penyakit jantung bocor. 

"Penyakit yang diderita Arya Adinata ini sudah lama, dimana penyakit ini harus segera dioperasi. Hanya saja, karena terbentur anggaran yang nilainya hingga ratusan juta, membuat pihak keluarga belum bisa melakukan operasi," ujar Mukman yang merupakan pamannya, Selasa.

Dikatakan, selama ini bantuan dari Pemerintah belum ada, Arya anak dari pasangan suami istri Ismail dan Faridah
mengidap penyakit itu sejak lima tahun lalu. Hal itu diketahui setelah Arya sering pingsan atau tidak sadarkan diri. 

"Keluarga saat itu memutuskan membawa Arya ke salah satu rumah sakit di daerah itu, baru diketahui jika Arya mengidap penyakit bocor jantung," ujarnya. 

Atas penyakit yang dideritanya itu, Arya memang sering pingsan dan tidak bisa capek sedikit saja suara nafasnya sangat keras. Saat itu, awalnya kita bawa ke Puskesmas baru dirujuk ke rumah sakit. 

"Dimana setelah kita menerima hasil rontegn baru dirujuk ke RSU Provinsi,” ungkapnya. 

Ia menegaskan, orang tua Arya telah lama bercerai dan saat ini tinggal bersama nenek dan kakeknya yakni Amaq Muniaah dan Inaq Sahnun. 

Ayahnya sudah lama menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk mencari uang untuk mengobati Arya. Sementara, ibu dari Arya sudah lama tidak menjenguknya.

“Makanya kita sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk kesembuhan dari Arya ini. Karena selama ini tidak pernah ada, baru setelah ini viral memang ada beberapa donatur yang datang memberikan bantuan dan sudah diurus juga BPJS-nya. Karena memang selama ini tidak ada BPJS juga,” terangnya.

Bahwa dulu saat di rujuk ke RSU Provinsi NTB. Arya tidak bisa langsung ditangani, karena saat itu belum ada dokter sepesialis yang dapat menangani penyakitnya. Sehingga, memang Arya diminta berobat ke RSU Sanglah Bali dan saat itu dijelaskan biyaya yang harus tersedia hingga Rp100 juta.

“Tapi karena memang kita masih belum ada dana makanya tidak bisa kita bawa. Hal inilah yang membuat bapak dari Arya ini memilih untuk langsung pergi merantau ke Malaysia, agar bisa mendapatkan dana pengobatan,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Dasan Baru, M Zaenuddin menegaskan, bahwa saat ini memang Arya sudah memiliki kartu BPJS untuk bisa berobat. Hanya saja, yang menjadi kendala keluarga, jika nantinya Arya dibawa ke rumah sakit, yang mengurus atau yang menjaga Arya ini tidak ada. 

“Makanya kita bantu dari awal untuk peroses Arya masuk rumah sakit dan ada kartu BPJS juga dia punya. Sekarang tinggal menunggu hasil rembuk keluarga,” katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar