Bank Mega targetkan penyaluran kredit tumbuh 10-11 persen

id Bank Mega,Pertumbuhan Kredit,Suku Bunga Kredit,Perbankan

Bank Mega targetkan penyaluran kredit tumbuh 10-11 persen

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib saat ditemui usai acara peluncuran Meriah Bareng Mega Periode 2023 di Jakarta, Jumat (3/3/2023). ANTARA/Agatha Olivia Victoria

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mega Tbk menargetkan penyaluran kredit tumbuh 10 persen hingga 11 persen pada 2023 dari capaian pada 2022, yang senilai Rp70,29 triliun. "Di awal tahun, sudah mulai ada pemberian kredit, sehingga mudah-mudahan tahun ini pertumbuhan kredit akan cukup bagus," ucap Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib saat ditemui usai acara peluncuran Meriah Bareng Mega Periode 2023 di Jakarta, Jumat.

Kredit pada awal tahun ini sudah mulai diberikan kepada beberapa sektor antara lain sektor telekomunikasi, baik dilakukan oleh Bank Mega maupun sindikasi. Adapun pada 2022, Bank Mega mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,84 persen dari 2021 yang sebesar Rp60,68 triliun.

Di sisi lain, Kostaman menuturkan tren suku bunga kredit maupun simpanan Bank Mega saat ini mengikuti arah suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Meski, suku bunga BI sudah mencapai puncak kenaikan yakni saat ini di level 5,75 persen, LPS baru saja menaikkan tingkat bunga penjaminan menjadi 4,25 persen. "Jadi, nasabah melihat dua faktor ini, bunga BI maupun LPS. Kalau keduanya naik, mereka menuntut bunga lebih tinggi," ucap dia.

Baca juga: Bank Mandiri dukung berbagai ajang Sirkuit Mandalika-NTB
Baca juga: Ekonom proyeksikan inflasi tahunan 3,60 persen akhir 2023

Kendati demikian, dia berharap suku bunga acuan BI akan perlahan menurun menuju akhir tahun sehingga tren suku bunga perbankan pun akan mengikuti. Sejauh ini, mayoritas suku bunga Bank Mega yakni sekitar 60-70 persen turut menggunakan suku bunga referensi (reference rate) seperti Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) 3 bulan. Dengan demikian perubahan suku bunga Bank Mega turut mengikuti suku bunga referensi tersebut.