Tulungagung temukan 341 kasus TBC baru

id kasus TBC baru, TBC Tulungagung, dinas kesehatan tulungagung, tuberculosis tulungagung

Tulungagung temukan 341 kasus TBC baru

Petugas saat melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan TBC sambil berbagi takzil di jalanan Kota Tulungagung, Jum’at (14/4/2023) (ANTARA/HO - Dinkes Tulungagung)

Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menemukan sedikitnya 341 kasus TBC (tuberculosis) baru dari total 5.400 orang yang diperiksa selama kurun tiga bulan terakhir (Januari-Maret 2023).

Hal itu disampaikan Wakil Supervisor TBC Kabupaten Tulungagung Binti Solekah Kanti Larasati saat sosialisasi pencegahan TBC di Tulungagung, Jumat. "Kalau (boleh) di rata-rata, ada 100-an kasus (TBC) baru ditemukan setiap bulannya," kata Kanti memberi gambaran.

Dikatakannya, jumlah kasus TBC masih cukup besar. Jumlah sebenarnya dimungkinkan lebih besar daripada yang selama ini sudah ditemukan dan dilakukan identifikasi serta penanganan. Penderita TBC selama ini beragam, mulai dari kelompok anak-anak hingga lansia. Khusus untuk anak, pihaknya terus memberikan sosialisasi agar selalu berperilaku hidup sehat dan etika batuk. "Kalau batuk atau bersin ditutupi, biar enggak menularkan ke yang lain," katanya.

Sementara itu Ketua Yabhysa Tulungagung, Cut Mala Hayati Anshari jelaskan TBC menjadi pihaknya membantu Dinkes dalam mengeliminasi TBC di Tulungagung. Di antaranya dengan melakukan pendampingan pasien TBC RO dan sosialisasi TBC pada masyarakat. "Dan ternyata ada yang mangkir (minum obat) dan ada yang meninggal," katanya.

Pada awal Maret 2023 lalu pihaknya juga melakukan sampling pada orang yang dicurigai sebagai penderita TBC. Dari 1.293 orang yang diperiksa 40 diantaranya dinyatakan positif TBC.

"Target kita sendiri adalah membantu Dinkes untuk menemukan penderita TBC sebanyak-banyaknya," katanya. Dari total 1.293 suspek itu , hampir semuanya berasal dari buruh pabrik, pesantren, sekolah hingga masyarakat umum.

Baca juga: Tuberkulosis harus dianggap pandemi
Baca juga: Inspirasi NTB dan Pemkot Mataram berkolaborasi eliminasi TBC pada 2030


Pihaknya melakukan pendampingan pada pasien TBC agar disiplin minum obat. Sebab pengobatan TBC memerlukan waktu cukup panjang, sekitar enam bulan. Jika mangkir minum obat sehari saja, maka pasien harus mengulangi lagi dari awal pengobatannya. Yabhysa juga mencarikan bantuan nutrisi bagi pasien untuk mempercepat penyembuhan. "Alhamdulillah hari ini kita mendapat bantuan dari LAZISMU, Aysiah dan Dinkes Tulungagung untuk menyalurkan bantuan nutrisi bagi pasien TB," katanya.