BI NTB: Jumlah Temuan Uang Palsu Meningkat

id uang palsu

Uang Rupiah Baru. (ANTARA /Adwit B Pramono)

"Peningkatan tersebut hasil dari koordinasi yang kuat dengan aparat kepolisian"
Mataram (Antara NTB) - Kepala Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat Prijono mengatakan jumlah uang palsu yang dilaporkan sepanjang 2016 mencapai 5.291 lembar atau meningkat dibanding tahun sebelumnya 1.804 lembar.

"Peningkatan tersebut hasil dari koordinasi yang kuat dengan aparat kepolisian dan kesadaran masyarakat melaporkan temuan uang palsu," kata Prijono, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ia merinci, sebanyak 5.291 lembar uang palsu yang dilaporkan, terdiri atas pecahan Rp100 ribu sebanyak 2.272 lembar, pecahan Rp50 ribu sebanyak 3.071 lembar dan pecahan Rp20 ribu dua lembar.

"Pecahan uang Rp50 ribu palsu yang paling banyak ditemukan," ujarnya.

Untuk menekan peredaran uang palsu di masyarakat, kata Prijono, pihaknya terus melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada seluruh komponen masyarakat, seperti aparatur pemerintahan, TNI, kepolisian, dan kalangan dunia usaha dan para mahasiswa dan pelajar.

Sosialisasi tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan, tetapi juga di wilayah pelosok desa hingga ujung timur NTB, di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Bank Indonesia, lanjut Prijono, juga senantiasa meningkatkan koordinasi dengan kepolisian dalam penanganan uang palsu.

"BI juga selalu siap jika diminta sebagai saksi ahli oleh kepolisian jika ada temuan uang palsu beredar di masyarakat," katanya. (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar