Gubernur: Kemajuan NTB Berkat Dukungan Pemerintah Pusat

id gubernur ntb ,tgb,moeldoko,pembangunan

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (KSB) TGH Muhammad Zainul Majdi. (Foto Antaranews/Ist).

Saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah pusat, atas segala macam bentuk dukungan pembangunan kepada NTB. Terutama pembangunan infrastruktur sehingga NTB memiliki kemantapan infrastruktur yang tinggi
Mataram (Antaranews NTB) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi mengakui kemajuan pembangunan di provinsi itu tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat.

"Saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah pusat, atas segala macam bentuk dukungan pembangunan kepada NTB. Terutama pembangunan infrastruktur sehingga NTB memiliki kemantapan infrastruktur yang tinggi," ujar Gubernur NTB pada diskusi nasional bertajuk Pencapaian 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK yang dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko di Auditorium Dome Universitas Mataram, Jumat.

Menurut TGB (Tuan Guru Bajang) sapaan akrab Gubernur NTB, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, ekonomi NTB berhasil tumbuh dengan baik sebesar 7,1 persen di atas nasional. Bahkan, kalau prinsip kemantapan infrastruktur ini terus diupayakan pemerintah pusat, TGB yakin NTB bahkan Indonesia akan terus mengalami kemajuan.

"Alhamdulillah berkat dukungan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, alhamdulillah ekonomi NTB tumbuh 7,1 persen tanpa tambang," ungkapnya.

Untuk itu, Gubernur mengajak masyarakat NTB untuk berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan pemerintah pusat.

"Karena berterima kasih adalah merupakan etika yang paling tinggi, sedangkan akhlak yang paling mulia itu adalah bersyukur," ujarnya.

Selain itu, Gubernur memberikan motivasi kepada masyarakat dan generasi muda Indonesia, khususnya di NTB, agar menyikapi kondisi sosial sebagai suatu tantangan, bukan sesuatu yang harus diratapi.

"Saya yakin dan selalu berpandangan positif kepada pemerintah untuk bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik," tutur TGB.

Kendati demikian, dari hasil diskusi yang dilakukan, Gubernur memberikan catatan kepada pemerintah pusat. Ada dua hal yang disampaikan, yakni sektor pembangunan infrastruktur, agar tidak hanya yang berskala besar yang menjadi prioritas pemerintah, seperti jalan tol, akan tetapi infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan akses masyarakat juga diharapkan menjadi sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah saat ini.

Sehingga konektivitas distribusi arus ekonomi dari masyarakat dapat berjalan dengan baik, tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang merasakan pembangunan infrastruktur tersebut.

Selain itu, dalam proses pembangunan infrastruktur, agar melibatkan masyarakat melalui kegiatan padat karya yang telah ada, sehingga masyarakat akan menjadi bagian dari proses pembangunan, serta dapat merasakan dampak dari proyek yang ada saat ini.

"Saya harap tidak hanya jalan tol saja yang menjadi prioritas, tapi juga infrastruktur yang berkaitan dan menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat," ucapnya.

Sedangkan untuk sektor ekonomi, Gubernur menilai saat ini kurangnya kegiatan sosial keagamaan di masyarakat akibat dari berkurangnya transaksi ekonomi sosial masyarakat. Hal ini disebabkan oleh tumbuh pesatnya ritel-ritel modern yang mengurangi transaksi tradisional masyarakat.

Menurutnya hal ini cukup berbahaya, karena selama ini kegiatan sosial kemasyarakat yang timbul dari hasil transaksi tradisional masyarakat melalui pasar-pasar tradisional memiliki peran sangat efektif dalam memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat sehingga terhindar dari perbuatan kriminal dan radikalisme.

"Saya khawatir dengan hilangnya kegiatan sosial kemasyarakatan akibat dari pertumbuhan ritel modern akan merusak transaksi tradisional yang sudah ada, sehingga menyebabkan masyarakat untuk berbuat kriminal dan radikal," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar