LPEI Siap Beri Pinjaman Rp1,5 triliun Untuk Mandalika

id Kemenkeu,KEK Mandalika,LPEI,Lombok,NTB,ITDC

Presiden Joko Widodo didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur NTB Zainul Majdi, dan Direktur ITDC Abdulbar M Mansoer, saat meresmikan operasional KEK Mandalika, Jumat (20/10

Saat ini kita lagi hitung, kurang lebih sekitar Rp1 triliun sampai Rp1,5 triliun. Bahkan, kita targetkan ini bisa terealisasi pada semester pertama tahun 2018,
Lombok Tengah (Antaranews NTB) - Kementerian Keuangan RI melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia akan menyalurkan pinjaman pembiayaan sebesar Rp1-Rp1,5 triliun untuk membantu pembangunan infrastruktur dasar di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Direktur Pelaksana Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Dwi Wahyudi di Kuta, Lombok Tengah, Rabu mengatakan, model pendanaan melalui LPEI untuk sektor pariwisata di KEK Mandalika ini, akan menjadi pilot project yang kemudian dilakukan di sejumlah daerah dengan harapan bisa mendorong peningkatan nilai ekspor jasa pariwisata ke depan.

"Selain mendukung (pembiayaan ekspor barang) ke Afrika, kita juga mendukung pariwisata. Untuk tahap awal pilot project ini kita akan dukung proyek pembangunan infrastruktur dasar di KEK Mandalika, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam menciptakan 10 Bali baru atau "the next Bali," kata Dwi Wahyudi seusai seminar "Menggarap Peluang Ekspor Baru Bagi Indonesia" di KEK Mandalika, Kuta, Lombok Tengah.

Ia menjelaskan, untuk mendatangkan investasi sebesar Rp45 triliun di KEK Mandalika, diperlukan infrastruktur dasar senilai Rp4,5 triiliun. Karenanya, untuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur dasar tersebut, LPEI melalui program penugasan khusus pemerintah atau National Interest Account (NIA) akan mencoba mendukung sebagian dari kebutuhan KEK Mandalika.

"Saat ini kita lagi hitung, kurang lebih sekitar Rp1 triliun sampai Rp1,5 triliun. Bahkan, kita targetkan ini bisa terealisasi pada semester pertama tahun 2018," terangnya.

Karena ini merupakan pilot project, menurutnya, KEK Mandalika yang paling siap. Karena itu, diharapkan setelah Mandalika, LPEI juga bisa mendukung project lainnya, yakni 10 next Bali lainnya.

Dwi mengatakan, dukungan itu dilakukan karena ketersediaan infrastruktur dasar merupakan bagian utama dan paling penting untuk bisa mendatangkan investasi yang lain ke dalam kawasan. Di mana LPEI akan memberikan skema investasi jangka panjang untuk Mandalika, sebab infrastruktur dasar termasuk investasi yang cukup lama pengembaliannya.

"Skema kita berikan investasi jangka panjang investasi infrastruktur dasar adalah pengembaliannya cukup lama. Jadi nanti kita hitung sesuai dengan proyeksi kedatangan turis ke KEK Mandalika dan juga income dari ITDC sendiri. Sedang kita hitung, tapi pasti diatas 10 tahun," ungkapnya.

Seminar "Menggarap Peluang Ekspor Baru Bagi Indonesia" diselenggarakan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI di KEK Mandalika, Lombok Tengah. Seminar itu untuk menggali peluang ekspor baru bagi Indonesia dalam mengantisipasi turunnya tren ekspor Indonesia ke sejumlah negara mitra ekspor tradisional menyusul menurunnya perekonomian di negara tujuan.

Seminar yang diselenggarakan bekerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola KEK Mandalika, itu diikuti sekitar 100 orang peserta dari perwakilan Kementerian/Lembaga. Peserta itu, seperti Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Kemudian Badanp Ekonomi Kreatif, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Dinas Perindustrian NTB, Dinas Perdagangan NTB, Dinas Koperasi & UKM NTB, sejumlah BUMN, para pelaku eksportir di NTB, dan juga pelaku jasa wisata setempat.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, DJPPR Kemenkeu RI, Brahmantio Isdijoso mengatakan, seminar bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai arah kebijakan dan strategi yang dilakukan. Selain itu dukungan yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menembus pasar non-tradisional seperti kawasan Afrika dan mengembangkan sektor pariwisata, sehingga diharapkan menumbuhkan partisipasi para pemangku kepentingan dalam pengembangan serta pembiayaan ekspor dimaksud.

"Tujuan seminar ini secara umum dimaksudkan untuk memberikan informasi dan masukan kepada para pemangku kepentingan mengenai peluang ekspor baru bagi Indonesia sebagai sumber pertumbuhan perekonomian dan penerimaan devisa antara lain ekspor ke negara kawasan Afrika dan ekspor jasa sektor pariwisata," katanya.

Menurut dia, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK), Kemenkeu sudah menugaskan LPEI untuk mendukung membiayai kebutuhan ekspor ke negara potensi baru seperti kawasan Afrika.

"LPEI juga diberi tugas membantu pembiayaan ekspor jasa pariwisata terutama yang berkaitan dengan 10 destinasi pariwisata prioritas nasional yang diproyeksikan akan menjadi the next Bali," tandasnya. (*)
Pewarta :
Editor: Nur Imansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar