Korban gempa Lombok mulai tinggalkan huntara

id Gempa Lombok

Korban gempa Lombok mulai tinggalkan huntara

Hunian Sementara (Huntara)

Oleh Mubarak/Mahmud/Muna`ah (Magang)

Mataram, 11/1 (ANTARA News) - Korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat NTB, mulai meninggalkan hunian sementara (huntara) karena khawatir tempat huniannya itu terendam banjir mengingat lokasinya yang berada di cekungan.

Warga Dusun Guntur Macan, Lombok Barat, Sunaah di Mataram, Jumat, mengatakan ketika hujan turun pada dua pekan lalu, huntara kami tergenang air dan tempat tidur pun ikut terendam air.

"Tidak nyaman lagi untuk ditempati," ujarnya.

Hal senada disebutkan warga lainnya, Jalal yang mengatakan huntara ini memiliki pondasi yang sangat rendah, hanya beberapa sentimeter, sehingga air mudah merembet masuk kedalam dan membasahi perabotan.

Sementara itu, Kepala Dusun Guntur Macan, Najamudin membenarkan bahwa sebagian besar warga yang tinggal di huntara perlahan-lahan, telah pindah ke tempat rumah mereka masing-masing.

Walaupun masih ada yang beratapkan terpal dan dinding seadanya, katanya.

Ia menambahkan kami telah mengimbau warga untuk tetap menggunakan huntara tersebut, namun warga lebih merasa nyaman tinggal di rumahnya masing-masing meskipun dalam kondisi yang terbatas.

Harapan warga setempat, pemerintah dan perangkat desa bisa meberikan solusi untuk pemanfaatan huntara tersebut.

Di desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, telah tersedia 150 huntara yang didirikan oleh Bank Rakyat Indonesia kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

Jumlah huntara yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah warga yang tinggal di Desa Guntur Macan, yang terdiri dari 7 Dusun sedangkan warganya setiap dusun berjumlah 150 sampai 200 kepala keluarga (KK) perdusun.

Namun yang mengunakan Huntara tersebut kurang lebih 350 KK saja yang menetap di sana," kata Najamudin.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar