Kualitas udara Jakarta masuk kategori sedang

id iqair,kualitas udara jakarta,udara jakarta

Kualitas udara Jakarta masuk kategori sedang

Arsip foto - Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta, Kamis (6/3/2025). Berdasarkan situs IQAir kualitas udara di Jakarta pada Kamis (6/3) pukul 06.15 WIB berada di angka 174 atau menempati posisi kedua kualitas udara terburuk di dunia. (ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/sgd/Spt.)

Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara di DKI Jakarta pada Senin pagi masuk kategori sedang berdasarkan data situs pemantau kualitas udara, IQAir.

Berdasarkan pantauan pada pukul 05.10 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI), Jakarta berada di angka 64 dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5. Angka tersebut menjadikan Jakarta dengan kualitas udara terburuk ke-51 di dunia.

Sementara itu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Senin pagi, yaitu Lahore (Pakistan), dengan indeks kualitas udara di angka 212. Kemudian di urutan kedua Delhi (India) di angka 199.

Di urutan ketiga Chiang Mai (Thailand) di angka 179, kemudian urutan empat ada Hanoi (Vietnam) di angka 177 dan di urutan lima Dhaka (Bangladesh) di angka 173.

Selanjutnya, berdasarkan Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa kualitas udara di dua lokasi berada pada kategori sedang atau nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Baca juga: Kualitas udara Jakarta masuk kategori sedang

Sedangkan tiga lokasi berada pada kategori baik atau nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0 - 50. Beberapa titik tersebut seperti Pasar Minggu di Jakarta Selatan dengan Indeks Kualitas Udara di angka 60, Cempaka Putih di Jakarta Pusat dengan Indeks di angka 10.

Baca juga: Kualitas udara Jakarta tak sehat bagi kelompok sensitif

Sedangkan wilayah Kelapa Gading di Jakarta Utara di angka 12, Cengkareng di Jakarta Barat di angka 9 dan Pulogadung Jakarta Timur ada di angka 68. DLH DKI Jakarta menganjurkan agar setiap orang di wilayah yang disebutkan tadi untuk memakai masker apabila beraktivitas di luar ruang (outdoor).

Sementara bagi kelompok sensitif dianjurkan untuk lebih sering beristirahat serta beraktivitas ringan, membawa obat pribadi dan juga memakai masker.