Fasilitas wisata Air Terjun Segenter tertimbun longsor

id air terjun segenter

Wisatawan menyaksikan bekas timbunan longsor yang ada di kawasan air terjun Segenter, Tahura Nuraksa, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (19/02/2019). (Antaranews NTB/Dhimas BP)

Tapi kita khawatir saja kalau ini tidak segera diperhatikan pemerintah, karena bisa bahaya bagi wisatawan, beberapa hari kemarin saja masih ada wisatawan yang datang
Lombok Barat (Antaranews NTB) - Sejumlah fasilitas penunjang yang ada di objek wisata air terjun Segenter, Taman Hutan Raya (Tahura) Nuraksa, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, roboh akibat tertimbun longsor.
     
Hariadi, salah seorang warga sekitar kawasan Tahura Nuraksa yang ditemui wartawan di air terjun Segenter, Selasa, memperkirakan, musibah longsor dengan kontur tanah bebatuan besar terjadi akibat hujan deras pada akhir Januari lalu.
     
"Sepertinya longsoran ini pada malam hari, pas hujan besar berturut-turut di akhir Januari kemarin, waktu itu air sungai lagi besar," kata Hariadi yang juga berprofesi sebagai pramuwisata di Tahura Nuraksa tersebut.
     
Akibat cuaca yang cukup ekstrem di akhir Januari lalu, jelasnya, fasilitas penunjang untuk wisatawan berupa bangunan MCK dan sebuah gazebo yang ada di areal air terjun Segenter roboh tertimbun longsoran.
     
"Dua toilet, satu kamar ganti dan satu gazebo itu hancur, tidak ada bangunan yang tersisa, semuanya tertimbun," ujarnya.
     
Dari pantauan Antara, fasilitas penunjang untuk wisatawan yang tertimbun longsor tanah bebatuan itu berada di tengah areal wisata air terjun Segenter yang dikelilingi tebing-tebing terjal.
     
Batuan besar dan beberapa tanah cokelat yang menggumpal masih terlihat berserakan di tengah areal wisata air terjun yang alirannya berhilir di sungai Jangkuk, Kota Mataram.
     
Begitu juga dengan kondisi tebing terjal yang mengalami longsor, terlihat cokelat segar dengan beberapa batuan besar yang masih menempel didindingnya.
     
Namun beruntung, hujan deras yang terjadi pada akhir Januari lalu nampaknya tidak merusak tatanan dari air terjun yang menjulang dari ketinggian 20 meter tersebut.
     
"Tapi kita khawatir saja kalau ini tidak segera diperhatikan pemerintah, karena bisa bahaya bagi wisatawan, beberapa hari kemarin saja masih ada wisatawan yang datang," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Dimas
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar