Pengunjung Pantai Ampenan minta pemkot renovasi miniatur perahu

id Perahu pantai ampenan

Pengunjung Pantai Ampenan minta pemkot renovasi miniatur perahu

MATARAM, 28/1 - KEMBALI MELAUT. Sejumlah nelayan meminggirkan perahu mereka usai melaut di pantai Tanjung Karang, Ampenan, Mataram, NTB, Jumat (28/1). Menurut keterangan nelayan didaerah tersebut sebagian nelayan sejak tiga hari terakhir mulai melakukan aktivitas melaut karena cuaca dan ombak mulai membaik setelah kurang lebih tiga minggu tidak melaut. FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi/Koz/nz/11.

Mataram (ANTARA) - Sejumlah pengunjung objek wisata Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat meminta pemerintah setempat segera memperbaiki miniatur perahu yang ada di tengah Pantai Ampenan.

Amalia salah seorang pengunjung Pantai Ampenan di Mataram, Selasa, menyayangkan, salah satu ikon Kota Tua Ampenan tersebut rusak padahal miniatur perahu itu merupakan spot primadona untuk berswafoto.

"Bahkan, untuk mendapatkan hasil swafoto dengan latar miniatur perahu yang maksimal, kita harus rela mengantre dengan penunjung lainnya pada titik yang sama," katanya.

Terkait dengan itu, sebagai warga kota sekaligus pengunjung Pantai Ampenan, Amalia berharap agar pemerintah kota dapat segera memperbaiki miniatur perahu tersebut yang memiliki sejarah  untuk memberikan informasi bahwa pantai itu bekas pelabuhan.

Hal senada juga disampaikan oleh pengunjung lainnya Mildayani. Ia juga meminta agar pemerintah kota memprioritaskan perbaikan miniatur perahu yang selama ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang hendak berkunjung.

"Apalagi, miniatur perahu ini baru dibangun setahun. Kalau bisa konstruksinya lebih bagus lagi agar bisa tahan lama," katanya.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman mengatakan, dalam perencanaan program PUPR tahun ini perbaikan miniatur perahu di Pantai Ampenan belum ada.

"Kami baru saja dilantik bulan lalu, dan belum sempat melihat kondisi atau konstruksi miniatur perahu di Pantai Ampenan. Kalau memang begitu kondisinya segera kita tindaklanjuti," katanya.

Dengan alasan belum melihat konstruksi miniatur perahu itu, Miftahurrahman belum dapat menyimpulkan kalau kerusakannya disebabkan konstruksi kurang bagus.

Namun demikian, dia memprediksi kerusakan dikarenakan kondisi daerah pantai yang berbeda antara lain dari sisi temperatur dan unsur florida air laut sehingga memicu kerusakan.

Apalagi, kawasan tersebut merupakan daerah rawan abrasi dan banjir rob sehingga banyak faktor yang memicu terjadinya perubahan struktur bangunan.

"Saya rasa kalau kerusakan dipicu kualitas tidaklah, karena umur teknis tergantung dari kondisi temperatur," ujarnya.

Untuk dapat menindaklanjuti masukan dari masyarakat tersebut, pihaknya segera menurunkan petugasnya untuk melakukan kajian terhadap material yang digunakan.

"Jika memungkinkan, perbaikan bisa kita alokasikan anggaran untuk perbaikan melalui APBD perubahan," katanya menambahkan. ***1***




 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar