Angka kematian ibu melahirkan di Mataram turun

id kematian ibu

Angka kematian ibu melahirkan di Mataram turun

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi, (ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat angka kematian ibu melahirkan di kota ini setiap tahun terus mengalami penurunan.

"Jika pada tahun-tahun sebelumnya kasus kematian ibu mencapai 9 kasus lebih, tahun ini dari Januari sampai sekarang baru ada 4 kasus. Harapan kita, jumlah itu tidak bertambah lagi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Rabu.

Penurunan angka kematian ibu melahirkan, ujar dia, diiringi juga oleh penurunan angka kematian bayi lahir. Dimana, jika tahun 2018 tercatat 41 kasus kematian bayi, tahun ini baru tercatat 26 kasus dengan harapan tidak ada lagi kasusnya.

Menurutnya, penyebab 4 kasus kematian ibu melahirkan dipicu karena pendarahan, sementara 26 kasus kematihan bayi lahir didominasi karena gagal nafas serta ada yang keguguran dan meninggal sebelum lahir.

Terkait dengan masalah itu, sebagai upaya antisipasi menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melaksanakan program deteksi dini risiko terhadap ibu hamil.

"Deteksi dini risiko terhadap ibu hamil ini dilakukan melalui program kelas ibu hamil yang ada di setiap polindes yang ada di masing-masing kelurahan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga merurunkan bidan ke lapangan untuk mendampingi ibu hamil serta dilakukan pemeriksaan secara rutin sekaligus pemantauan gizi ibu hamil.

Artinya, kata dia, jika ada ibu hamil terindikasi kekurangan energi kronis (KEK), maka ibu hamil akan diberikan pembinaan tentang pemenuhan gizi dan bantuan makanan tambahan bagi ibu hamil hingga kebutuhan gizinya tercukupi.

"KEK bisa menyebabkan kekurangan berat badan bayi lahir sehingga sangat rentan terhadap kasus kematian bayi," ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, upaya menekan angka kematian ibu dan bayi juga dipengaruhi tingkat partisipasi keluarga berencana (KB), karena jika tidak ada ibu hamil maka tidak ada bayi lahir.

"Ujung tombaknya memang ada di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) untuk terus meningkatkan peserta KB baru dan membina peserta KB aktif," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar