NATO menunda pelatihan keamanan Irak setelah pembunuhan Soleimani

id NATO,Serangan AS,Baghdad,Iran

NATO menunda pelatihan keamanan Irak setelah pembunuhan Soleimani

Presiden AS Donald Trump (kiri) berbincang dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg saat sesi pleno KTT NATO, di hotel Grove di Watford, Inggris, Rabu (4/12/2019). ANTARA FOTO/Pool via Reuters Ludovic Marin/hp/ H-FDH).

Brussels (ANTARA) - NATO menangguhkan pelatihan keamanan Irak dan pasukan bersenjata untuk memastikan keamanan beberapa ratus anggota misi setelah serangan udara AS di Baghdad yang menewaskan seorang jenderal top Iran, seorang juru bicara aliansi itu mengatakan pada Sabtu.

"Keamanan personel kami di Irak adalah yang terpenting," kata juru bicara sementara NATO Dylan White dalam sebuah pernyataan. "Kami terus mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan. Misi NATO terus berlanjut, tetapi kegiatan pelatihan untuk sementara ditangguhkan."

Dia mengatakan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Pertahanan AS Mark Esper sejak serangan Jumat terhadap komandan Pengawal Revolusi Iran Qassem Soleimani di bandara Baghdad.

NATO sedang memantau situasi di kawasan itu dengan sangat dekat, tambahnya, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa pembunuhan orang terkuat kedua Iran dapat memicu gejolak hebat di Timur Tengah.

Misi NATO Irak (NMI), melibatkan hingga beberapa ratus pelatih, penasihat dan staf pendukung dari negara-negara aliansi dan negara-negara mitra non-NATO, termasuk personil militer dan sipil.

Didirikan di Baghdad pada Oktober 2018 setelah tiga tahun berperang melawan kelompok militan, NMI adalah misi 'melatih dan memberi nasihat' untuk membantu struktur dan institusi keamanan Irak menangkal pemberontakan di masa depan. Komandan misi saat ini adalah Mayor Jenderal Jennie Carignan dari Kanada.

Secara terpisah, militer Jerman mengatakan dalam sebuah surat yang dilihat oleh Reuters pada Jumat bahwa Amerika Serikat dan sekutunya telah menunda pelatihan pasukan Irak karena meningkatnya ancaman yang mereka hadapi setelah serangan Jumat terhadap Soleimani.

Dalam surat kepada anggota parlemen Jerman, seorang perwira senior Jerman mengatakan Letnan Jenderal Pat White telah memutuskan untuk lebih meningkatkan  perlindungan bagi pasukan yang dikerahkan di Irak di bawah Operation Inherent Resolve (OIR), yang ia pimpin.

Sumber: Reuters


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar