KOPERASI "KATALA" NEWMONT RAIH DUA PENGHARGAAN NASIONAL

id

Sumbawa Barat, NTB, 15/7 (ANTARA) - Koperasi Karyawan Katala PT Newmont Nusa Tenggara meraih dua penghargaan nasional sekaligus yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada acara puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional di Surabaya, Kamis.
Kedua penghargaan tersebut yakni Penghargaan Koperasi Berprestasi Nasional dan Penghargaan Koperasi AWARD 2010.
"Dengan diterimanya kedua penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi manajemen dan karyawan. Ini juga menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mendukung perkembangan koperasi karyawan Katala agar semakin maju dalam turut membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan," kata Manajer Senior Hubungan Eksternal PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), Arif Perdanakusumah, dalam siaran pers yang diterima ANTARA.
Arif mengatakan, karyawan merupakan aset terpenting bagi perusahaan karena itu kesejahteraan karyawan perlu selalu diperhatikan.
"Ini sejalan dengan nilai yang kami anut yakni mewujudkan kepemimpinan di bidang keselamatan kerja, perlindungan lingkungan dan tanggung jawab sosial," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kopkar Katala, Gunawan Rayes, mengatakan, prestasi yang diraih ini tidak lepas berkat dukungan para pengurus dan anggota koperasi.
"Kedepan kami akan terus mengembangkan usaha-usaha koperasi untuk menjawab kebutuhan anggota yang terus meningkat," ujar Gunawan.
Sebelumnya, Kopkar Katala juga telah memperoleh penghargaan Koperasi Berprestasi Tingkat Propinsi NTB tahun 2010 dari Gubernur NTB, Koperasi Terbaik Peringkat 3 Tingkat Nasional Tahun 2003 dari Kementerian Koperasi RI dan Koperasi Konsumen Terbaik Tingkat Propinsi NTB 2003 dari Gubernur NTB.
Kopkar Katala didirikan pada 1998 dan kini telah memiliki 2.618 anggota. Sampai Juni 2010, aset Kopkar Katala adalah Rp52.6 miliar. Pelbagai jenis kegiatan usaha yang dilakukan Kopkar Katala adalah simpan pinjam, toko dan pengelolaan lapangan golf.
Sementara PTNNT sendiri saat ini dimiliki oleh Nusa Tenggara Mining Corporation (56 persen), PT Pukuafu Indah (20 persen) dan PT Multi Daerah Bersaing (24 persen).
PTNNT mengoperasikan tambang tembaga emas Batu Hijau di Sumbawa Barat sejak 2000, dan pada 2009 PTNNT membayar pajak dan royalti kepada pemerintah senilai Rp3,9 triliun.(*)


Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.