Gubernur NTB menyerahkan sapi seberat 1 ton untuk kurban di Bima

id NTB,Gubernur NTB,Zulkielimansyah,Hari Raya Idul Adha 1441 H,Hewan Kurban

Gubernur NTB menyerahkan sapi seberat 1 ton untuk kurban di Bima

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah saat menjadi khatib shalat Idul Adha yang digelar di lapangan Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Jumat (31/7/2020). (ANTARA/Humas Pemprov NTB/dok).

Bima, NTB (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi exotic jenis simental seberat 1.050 kilogram atau lebih dari 1 ton saat melaksanakan shalat Idul Adha yang digelar di Lapangan Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima, Jumat.

Pada pelaksanaan shalat Idul Adha yang digelar di Lapangan Desa Doridungga, Kecamatan Donggo itu, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah juga didapuk sebagai khatib. Gubernur menyampaikan bahwa Idul Adha atau idul kurban yang dilaksanakan oleh umat Muslim sejatinya merupakan napak tilas sejarah pengembaraan spiritual yang berujung pada tauhid yang dijalankan oleh Nabi Ibrahim AS.

"Esensi Idul Adha adalah kemampuan mentransformasi pesan keagamaan menjadi aksi nyata perjuangan kemanusiaan. Karena itu, jika Idul Fitri membawa kita kembali kepada kesucian atau fitrah, maka Idul Adha seharusnya merupakan rekonfirmasi kita terhadap keesaan Allah SWT," ujarnya dalam keterangan tertulis diterima wartawan.

Ia menyatakan, ketundukan dan kepatuhan kepada Allah, sesuai dengan makna Islam itu sendiri, yaitu tunduk dan patuh.

"Hanya kepada Allah," tegas Gubernur.

Negara dan bangsa ini dimerdekakan dan di bangun juga karena semangat ukhuwah dan keikhlasan berkorban. Bukan karena hadiah dari penjajah, bukan pula karena saling berselisih dan bercerai berai.

"Sesungguhnya, umat Islam adalah umat yang satu. Karena persatuan tersebut umat menjadi kuat," terangnya.

Pada akhir khutbah, Gubernur mengingatkan seluruh jamaah untuk mengingat lima hal sebelum datang lima hal.

"Pertama, isi masa mudah mu sebelum datang masa tua mu. Kedua, pergunakan dengan baik masa sehatmu sebelum datang masa sakit mu. Ketiga, manfaatkan masa kaya sebelum miskin. Keempat, manfaatkan lapang sebelum datang sempit. Ke lima isilah hidup sebelum datang kematian," ujarnya.

Yang lima tersebut, tambah Bang Zul, semuanya harus tetap diingat. Apalagi, yang terakhir, datang hidup sebelum kematian menjemput kita semua.

"Yang paling penting, kita jalani kehidupan ini dengan hal-hal yang penuh kebaikan dan mendatangkan keberkahan," katanya.

Diketahui, pada kegiatan kunker dan silaturahmi di Pulau Sumbawa kali ini, Gubernur NTB didampingi oleh 37 pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai dari tiga orang staf ahli, asisten serta puluhan kepala OPD seperti Inspektur, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kepala Dinas (Kadis) PUPR, Kadis Perkim, Kadis Tanbun, Kadis DPMPTSP, Kadis Sosial, Kadis Dikbud, Kadispora.

Didampingi juga oleh Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Pariwisata, LHK, Kadis Nakeswan, Kadis Perpustakaan dan Arsip, Kadis ESDM, Kadis PMPD Dukcapil, Kadis Perhubungan, Kadiskominfotik, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kalak BPBD, Kasat Pol PP, Karo Hukum, Karo Ap dan LPBJP, Karo Organisasi, Karo Kesra, Karo Ekonomi, Karo Umum, Karo Humas dan Protokol dan Karo Kerjasama.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar