Ketua DPD yakin Sirkuit Mandalika bisa mengubah wajah NTB dan Indonesia

id Motogp,sirkuit mandalika,NTB,Ketua DPD,Gubernur NTB

Ketua DPD yakin Sirkuit Mandalika bisa mengubah wajah NTB dan Indonesia

Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti saat pertemuan ramah tamah dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah, di rumah jabatan Gubernur di Lombok, Selasa (24/11/2020) malam. (FOTO ANTARA/Riza Fahriza)

Mataram (ANTARA) - Ketua DPD AA La Nyalla Mahmud Mattalitti optimistis Sirkuit Mandalika yang sedang dibangun bisa mengubah wajah, khususnya Provins Nusa Tenggara Barat (NTB) dan  juga Indonesia di kancah internasional.

"Sukses pembangunan Mandalika akan mengubah wajah NTB dan Indonesia. Karena efek domino ekonomi dari kawasan Mandalika akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Termasuk penyerapan tenaga kerja untuk Sirkuit Mandalika dan kawasan penunjangnya. Baik tenaga kerja tetap, maupun tenaga kerja musiman pada saat event berlangsung," katanya saat pertemuan ramah tamah dengan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, di rumah jabatan Gubernur di Lombok, Selasa (24/11) malam.

Ia menambahkan, potensi transaksi ekonomi dari ajang maupun kawasan penunjang di Mandalika akan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar dan para pelaku bisnis.

"Ini juga harus dipersiapkan secara matang oleh pemerintah daerah, agar masyarakat dan produk lokal dapat terlibat di dalam transaksi atau pasar tersebut. Oleh karena itu, harus disiapkan mulai dari sekarang," katanya.

Menurutnya, salah satu hal yang harus dilakukan adalah pembinaan UMKM dan sertifikasi serta uji kompetensi tenaga kerja. Termasuk juga pelatihan vokasi untuk siswa SMK dan sarjana Jurusan Pariwisata yang diharapkan dapat terserap sebagai tenaga kerja di kawasan penunjang Sirkuit Mandalika.

"Saya berharap sosialisasi dan komunikasi kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana serta manfaat dari keberadaan sirkuit Mandalika dan kawasan penunjangnya, lebih diintensifkan," katanya.

Ia yakin kalau masyarakat NTB telah mendapat gambaran yang utuh, dukungan dari masyarakat akan semakin kuat.

"Seringkali komunikasi kita yang kurang, menimbulkan apatisme masyarakat terhadap program-program besar pemerintah. Padahal, dukungan masyarakat menjadi spirit dan semangat bagi kita untuk melakukan percepatan pembangunan. Ini penting untuk dilakukan," katanya.

Bila perlu, kata dia, dibuatkan video sebagai sarana sosialisasi Mandalika dan ditayangkan di televisi, baik di TV lokal maupun nasional sehingga semua orang Indonesia memiliki harapan dan kebanggaan karena itu menjadi energi bagi pemerintah.

Menurut senator asal Jawa Timur itu, rancangan Sirkuit Mandalika dan kawasan pendukungnya bukan hanya kebanggaan bagi masyarakat NTB tetapi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

Karena proyek Mandalika akan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sejajar dengan negara-negara maju. Apalagi ada dua momentum "sport tourism" di Indonesia di tahun 2021. Yang pertama Piala Dunia U-20, dan MotoGP 2021.

"Tentu momentum ini harus kita jaga bersama, agar dapat terwujud dan berhasil menjadi legacy yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Karena itu, tadi kita sama-sama mendengar bahwa masih ada kendala terkait pembebasan lahan di lokasi pembangunan. Ini harus menjadi concern kita semua. Di satu sisi ada kepentingan strategis, bahwa program ini harus berjalan sesuai tenggat waktunya," katanya.

Tetapi, ia juga berharap tidak ada hak rakyat yang dirugikan. Tetapi hal itu tidak bisa menjadi penghalang dan menimbulkan keterlambatan jadwal pembangunan.

Apalagi pihak Dorna, sebagai pemilik ajang dan pemilik lisensi MotoGP sudah punya jadwal.

"Februari mereka akan ke sini meninjau, dan Juni mereka menetapkan batas akhir kesiapan sirkuit. Sekali lagi saya tekankan, jangan sampai lewat. Oleh karena itu, secara khusus saya meminta Senator asal NTB untuk aktif membantu dan berkoordinasi intensif dengan Pak Gubernur, dalam rangka mempercepat pembangunan Sirkuit Mandalika dan kawasan penyangganya," demikian La Nyalla Mahmud Mattalitti.
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar