Pasang jebakan listrik untuk hewan liar di ladang jagung, seorang pemuda di Dompu jadi korban tersetrum

id Jagung

Pasang jebakan listrik untuk hewan liar di ladang jagung, seorang pemuda di Dompu jadi korban tersetrum

TKP

Dompu (ANTARA) - Seorang pemuda berinisial RD (17), warga Kelurahan Monta Kecamatan Woja Kabupaten Dompu, ditemukan terkapar di tanah diduga karena tersetrum listrik jebakan yang dipasang di ladang jagung milik SB (34). 

Peristiwa itu awalnya diketahui oleh SB yang mengontrol tanaman jagung di ladangnya, setelah mengelilingi lahan jagung, SB tiba-tiba melihat korban terkapar dengan luka bakar di beberapa bagian tubuhnya diduga karena tersengat listrik, Jumat (01/10).

Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat SIK melalui Paur Humas Aiptu Hujaifah di Dompu, Jumat, membenarkan adanya penemuan jasad RD di lahan jagung milik SB. 

"Iya benar, SB yang ketakutan saat menemukan mayat itu langsung memberitahukan ke warga lainnya yang berada dekat dengan ladang tersebut yaitu Mujahidin," jelasnya.

Karena rasa takutnya, SB langsung mendatangi Polsek setempat untuk melaporkan kejadian tersebut serta mengamankan diri sementara waktu. Sementara Mujahidin menuju perkampungan untuk mengabarkan kepada keluarga dan masyarakat lainnya. 

"Setelah laporan diterima, anggota langsung terjun ke lokasi untuk mengevakuasi mayat RD dan dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum," katanya. 

Dari hasil visum diketahui bahwa korban mengalami luka bakar di jari jari kaki kiri, luka lecet di betis kiri dan kanan, luka bakar di bagian punggung dan wajah. 

Tak lama kemudian, Tim INAFIS Satuan Reserse kriminal Polres Dompu tiba di TKP dan melakukan olah TKP dan memeriksa pemilik lahan. 

Di depan polisi SB menjelaskan bahwa kabel aliran listrik dipasang melintang dengan jarak sekitar 40 cm di atas permukaan tanah dan disambung dari genset yang berjarak sekitar 100 meter dari lahan tersebut. 

Kapolsek Hu'u mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut dan akan segera memeriksa saksi-saksi untuk diproses penyidikan lebih lanjut. 

Sementara dari pihak keluarga menjelaskan bahwa malam harinya sebelum kejadian, RD berada di rumah bibiknya untuk makan malam. Usai makan ia lalu keluar tanpa sepengetahuan pemilik rumah. 

Dijelaskan pula bahwa RD mengalami gangguan jiwa dan sering tidur di gubuk ladang milik warga setempat.