Diduga digorok, seorang pria di Batukliang ditemukan tewas di rumahnya

id Gorok

Diduga digorok, seorang pria di Batukliang ditemukan tewas di rumahnya

Awan Hamzah (30) warga Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka sayatan di leher di tempat tidurnya di dalam rumahnya, Rabu (3/2).

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) -  Awan Hamzah (30) warga Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka sayatan di leher di tempat tidurnya di dalam rumahnya, Rabu (3/2).

Informasi yang dihimpun wartawan,  korban yang tinggal seorang diri di rumahnya itu ditemukan pertama kali oleh kakak dan teman korban yang saat itu mencari korban di rumahnya. 

Setibanya di sana kedua saksi melihat pintu samping rumah korban dalam keadaan terbuka dan memanggil korban tida ada yang jawab. Sehingga kedua saksi masuk dan betapa kagetnya setelah melihat korban dalam keadaan bersimbah darah ditempat tidurnya. 

Baca juga: Miris! Remaja 15 tahun di Dompu jadi korban pemanahan misterius

Kemudian atas kejadian itu kedua saksi terik dan warga setempat berhamburan melihat korban yang tewas di rumahnya. 

Selang beberapa saat kemudian, aparat Polres Lombok Tengah yang mendapatkan informasi dari masyarakat langsung turun melakukan identifikasi dan melakukan evakuasi terhada korban. 

Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Indra Permana mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan proses penyelidikan dalam kasus tersebut. Sehingga belum bisa disimpulkan apakah merupakan korban perampokan atau pembunuhan. 

"Apakah itu kasus perampokan atau pembunuhan kita sedang dalami," ujarnya kepada wartawan. 

Dari hasil olah TKP, pihaknya telah mengamankan beberapa barang bekas berupa, gelas, kopi saset dan beberapa benda lainnya yang ada di TKP. Pihak juga belum bisa memberikan keterangan lebih jauh, apakah ada barang berharga milik korban yang hilang atau tidak. 

"Kita masih melakukan penyelidikan. Jasad korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban," jelasnya. 

"Doakan kita supaya pelaku bisa diungkap," katanya.