739 calon haji Mataram menunggu kebijakan pemberangkatan

id haji,mataram,menunggu

739 calon haji Mataram menunggu kebijakan pemberangkatan

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram H M Amin. ANTARA/Nirkomala

Mataram (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan ada 739 calon haji asal daerah setempat menunggu kebijakan pemerintah untuk pemberangkatan haji tahun 2021.

Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram H M Amin di Mataram, Kamis mengatakan ke-739 calon haji tersebut merupakan calon haji yang ditunda keberangkatannya tahun 2020 karena pandemi COVID-19.

"Karena itu, kalau dalam waktu dekat atau maksimal setelah Lebaran 1442 Hijriah pemerintah mengeluarkan kebijakan pemberangkatan haji, Insya Allah jamaah kita sudah siap baik secara administrasi, fisik maupun mental," katanya.

Pasalnya, berbagai persyaratan untuk keberangkatan sudah dilakukan oleh jemaah. Seperti paspor, pelunasahan biaya pelaksanana ibadah haji (BPIH), vaksin COVID-19, serta manasik dan lainnya sudah dilaksanakan.

"Tapi untuk menyegarkan ingatkan jemaah, kita bisa melakukan manasik lagi dan itu tidak menjadi masalah. Bahkan, dari IPHI (Ikatan Persudaraan Haji Indonesia) Kota Mataram sudah menyatakan siap memberikan manasik minimal enam kali pertemuan," katanya.

Namun demikian, lanjutnya, kendati Pemerintah Arab Saudi menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara yang diprioritaskan memberangkatkan jemaah haji tahun 2021, karena memiliki mayoritas penduduk muslim dan jemaah haji yang relatif paling banyak, tapi sampai saat ini belum ada informasi resmi dari pemerintah pusat terkait kemungkinan akan ada pemberangkatan haji.

"Sejauh ini kita dapat informasi dari media saja, sementara secara resmi tertulis belum ada," katanya.

Dengan demikian, dalam hal kepastian pemberangkatan haji belum bisa menyampaikan informasi secara pasti baik kepada jemaah maupun masyarakat secara umum.

"Harapannya, jemaah calon haji bisa tetap bersabar menunggu kepastian pemberangkatan dari pemerintah," ujarnya.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar