Ini tampang pelaku asusila terhadap geng motor di Lombok Timur

id Cabul

Ini tampang pelaku asusila terhadap geng motor di Lombok Timur

Pelaku

Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Salah seorang bagian dari pelaku asusila terhadap SN (15), anggota geng motor di Lombok Timur, ditangkap polisi di rumahnya tanpa perlawanan.

Pelaku yang bernama Jering langsung digelandang ke unit PPA Satreskrim Polres Lotim untuk penyidikan dan proses hukum.

Kasat Reskrim Polres Lotim Iptu M Fajri, didampingi Kanit PPA dan Kasubag Humas Iptu L Jaharudin, saat di konfirmasi, Kamis, membenarkan, tertangkapnya satu dari dua terduga kasus asusila terhadap anak di bawah umur.

"Memang benar, ada Satu dari dua pelaku asusila yang berhasil diamankan," ucapnya.

Baca juga: Anggota geng motor di Lombok Timur disetubuhi rekannya sendiri

Pelaku yang diamankan tersebut  merupakan orang yang menjemput korban sebelum kasus asusila terjadi.

"Kami masih melakukan pengembangan tehadap kasus ini, siapa-siapa yang pernah melakukan asusila terhadap korban," sebutnya.

Sementara pelaku utama hingga saat ini dalam perburuan, identitasnya sudah teridentifikasi.

Penangkapan Jering dilakukan, karena sebelum, kasus asusila terjadi Jeringlah yang menjemput korban untuk diajak menghadiri acara geng motornya di Dam Pandandure Kecamatan Terara. Termasuk yang mengantar korban ke rumah temannya yang ada di Terara.

Setelah Jering tertangkap, ternyata Jering mengaku kalau sebelumnya pada bulan Puasa lalu, dirinya yang pertama kali merenggut keperawanan korban, dan itupun di lakukan Jering dengan rayuan jitu dan iming iming, yang membuat korban merelakan kehormatannya direnggut pacar pertamanya.

"Memang saya yang pertama merenggut keperawanan korban," ucap jering saat ditanya wartawan.

Sebelum menyetubuhi korban, pelaku mengiming-imingi dan menjanjikan korban akan dinikahi seusai ramadhan, namun janji tersebut, tak kunjung di penuhi, dengan alasan pelaku sejak kejadian tidak pernah bertemu lagi dengan korban. Sehingga pelaku memutuskan korban secara sepihak.

Namun, saat ada kegiatan club motor Raider Motor Lombok Community (RMLC) Lotim, yang digelar di Dam Pandandure Terara, saat itulah korban berkomunikasi dan menjemput korban ke rumahnya dan diajak hadiri kegiatan klub.

Usai acara pun pelaku mengantar korban ke rumah teman korban, yang ada di wilayah Terara dan pelaku langsung pergi.

Keesokan harinya, korban diantar temannya ke rumah ketua klub, dan korban ditinggal sebelum pelaku datang.