Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming telah menyasar 222 sekolah di daerah itu pada triwulan pertama 2025.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Hilim di Lombok Tengah, Kamis, mengatakan program MBG tersebut telah berjalan satu setengah bulan dan program ini sudah menyentuh 222 sekolah.
"Program MBG itu telah menyasar 222 sekolah di 12 kecamatan dengan jumlah siswa sebanyak 22 ribu orang anak," katanya.
Ia mengatakan untuk mendukung program MBG dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 tersebut, pada tahap pertama ini telah disiapkan delapan dapur mitra.
Baca juga: Prabowo apresiasi jangkauan Program MBG meski belum maksimal
Sedangkan untuk jumlah keseluruhan siswa jenjang PAUD/TK, SD dan SMP baik negeri dan swasta sebanyak 170 ribu siswa.
"Total sasaran program itu 170 ribu anak dan jumlah anak yang telah mendapatkan program MBG itu baru 22 ribu anak," katanya.
Dalam menentukan sasaran ini, tambah dia, berkaitan dengan kemampuan lokasi dapur umum mendistribusikan paket makanan ke siswa sekolah, karena pada petunjuk sudah ditentukan jarak distribusi dapur umum dengan sasaran.
"Badan Gizi Nasional juga sudah memetakan, dari ketentuan ini dan kemampuan dapur membuat sasaran masih kurang dari total jumlah sasaran,” katanya.
Seiring berjalan program MBG ini, pihaknya melihat partisipasi kehadiran anak sekolah kian tinggi. Program ini sekaligus mendapat data ril sasaran dibandingkan data online yang dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca juga: Anggota DPR blusukan sosialisasikan program MBG di Lombok Tengah
Selain itu, sekolah berbenah dalam melengkapi fasilitas berupa tempat-tempat cuci tangan.
“Menariknya saat jam olahraga, setelah anak-anak sarapan MBG, belajar semakin semangat karena sudah dapat asupan atau akan mendapat asupan,” katanya.
Sementara itu, Komandan Kodim 1620 Lombok Tengah Letkol Kav Andi Yusuf Kertanegara memastikan tidak ada upaya bisnis dalam pengelolaan dapur umum dalam program MBG, sebab diserahkan sepenuhnya kepada BGN.
Baca juga: Lahan untuk dapur umum MBG di Lombok Tengah siap digunakan
Sedangkan TNI hanya menyiapkan lahan, serta turut mengawasi proses pendistribusian paket MBG kepada para siswa atau anak-anak.
“Kami juga mengawasi jenis-jenis makanannya, walau di dapur umum sudah ada SPPI, dan akuntan. Untuk pembangunan dilakukan langsung oleh tim BGN, bukan TNI atau Kodim yang mencari kontraktor dan sebagainya,” katanya.
Melihat jumlah sasaran pelajar di Lombok Tengah mencapai 170 ribu anak, diakui masih butuh lebih banyak keberadaan dapur umum. Saat ini, dapur umum yang dikelola mitra baru ada delapan, ditambah tiga lokasi dapur umum TNI menjadi total 11 dapur umum.
“Jika dibagi rata-rata tiga ribu anak, masih butuh 50 lebih dapur umum,” katanya.
Baca juga: Kebutuhan pangan MBG di Lombok Tengah dipastikan cukup
Baca juga: Program MBG di Lombok tengah dianggarkan Rp4,5 miliar