PEMKOT MATARAM SEDIAKAN 6.000 PAKET SEMBAKO BERSUBSIDI

id

     Mataram, 18/7 (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menyediakan 6.000 paket sembilan bahan pokok dengan harga terjangkau yang akan disalurkan melalui operasi pasar rakyat bersubsidi dalam rangka membantu warga miskin memperoleh kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan.

     Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram, Wartan, di Mataram, Senin, mengatakan sebanyak 6.000 paket sembilan bahan pokok (sembako) tersebut disalurkan melalui operasi pasar rakyat bersubsidi yang digelar di enam kecamatan yang ada di Kota Mataram.

     "Penyaluran paket sembako bersubsidi tersebut dilakukan dalam dua tahap yakni menjelang bulan puasa Ramadhan 1432 Hijriah (H), sebanyak 3.000 paket dan menjelang lebaran Idul Fitri 1432 H sebanyak 3.000 paket," ujarnya.

     Masing-masing kecamatan, kata dia, diberikan jatah paket sembako bersubsidi bervariasi sesuai dengan jumlah kelurahan yang dimiliki.

     Kecamatan Ampenan yang memiliki 10 kelurahan memperoleh paket sembako bersubsidi sebanyak 1.200 paket, Kecamatan Sekarbela yang memiliki lima kelurahan diberikan jatah 600 paket, Kecamatan Mataram sebanyak 1.080 paket untuk sembilan kelurahan.

     Untuk Kecamatan Selaparang yang memiliki sembilan kelurahan memperoleh jatah paket sembako bersubsidi sebanyak 1.080 paket, Kecamatan Sandubaya sebanyak 840 paket untuk tujuh kelurahan dan Kecamatan Cakranegara yang memiliki 10 kelurahan sebanyak 1.200 paket.

     "Penyaluran paket sembako bersubsidi tahap pertama dilakukan mulai Senin (18/7) hingga Senin (25/7). Hari pertama dilakukan di Kecamatan Ampenan. Nanti hari terakhir di Kecamatan Cakranegara," ujarnya.

     Wartan menjelaskan, harga paket kebutuhan pokok bersubsidi yang terdiri dari tiga kilogram beras, satu kilogram gula pasir dan satu liter minyak goreng sebesar Rp31.500. Harga tersebut sudah dipotong subsidi dari pemeritnah sebesar Rp13.000 per paket.

     Menurut dia, warga yang berhak membeli paket kebutuhan pokok bersubsidi adalah yang tergolong warga ekonomi kurang mampu. Setiap warga diberikan kupon sebagai tanda bukti pembelian.

     Kupon tersebut diserahkan oleh Diskoperindag Kota Mataram, kepada camat untuk kemudian disebarkan ke warga melalui kantor lurah masing-masing.

     "Operasi pasar rakyat bersubsidi itu sebagai upaya pengendalian dan membantu meringankan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok yang memang cenderung mengalami kenaikan pada saat momen hari besar keagamaan," kata Wartan. (*)