BBTF 2022 bangkitkan pariwisata pascapandemi COVID-19

id Bbtf,pariwisata, bali, industri, bisnis

BBTF 2022 bangkitkan pariwisata pascapandemi COVID-19

Pelaku industri pariwisata melakukan tur virtual Sirkuit Mandalika di stan holding BUMN Pariwisata & Pendukung PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney saat Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (16/6/2022). ANTARA/Naufal Fikri Yusuf

Badung (ANTARA) - Penyelenggaraan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2022 diharapkan dapat membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia pada saat pascapandemi COVID-19.

"Tema BBTF yaitu 'Balancing in Harmony' bertujuan untuk menghidupkan kembali pariwisata pasca pandemi dengan konsep inspirasi bagi para pemangku kepentingan untuk aktif melakukan promosi tentang kesehatan dan keseimbangan spiritual, produk dan kualitas wisata yang berkelanjutan," ujar Ketua Komite BBTF 2022 I Putu Winastra saat pembukaan kegiatan di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis.

Putu Winastra mengatakan, BBTF 2022 berhasil menarik perhatian sebanyak 181 pihak penjual dari 30 kabupaten/kota dari 13 provinsi termasuk Bali serta Indonesia secara keseluruhan, dan 273 pihak pembeli dari 30 negara.

Sejumlah agen wisata tercatat baru berpartisipasi pada penyelenggaraan BBTF kedelapan ini khususnya agen perjalanan wisata dari Afrika, bersama dengan negara-negara dengan kontribusi besar dari Eropa, Timur Tengah, negara-negara ASEAN, India, Australia, dan Asia secara keseluruhan.

Baca juga: Pesta Kesenian Bali momentum bangkitnya ekonomi-pariwisata

"Pasar Nigeria meneropong potensi luxury market yang untuk pertama kalinya hadir di BBTF sebagai buyers. Nigerian Travel yang diwakili oleh CEO NTT (Nigerian Travel Two) Global Destinations, Elizabeth Agboola yakin bahwa Bali memiliki nilai dan potensi untuk luxury market," katanya.

Secara virtual, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya akan terus mendiversifikasi pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata yang sekarang tidak hanya bergantung pada jumlah kedatangan, tetapi juga pada kualitas pariwisata.

"Kami melihat kontribusi travel agent, tour operator dalam membawa bisnis industri pariwisata serta perannya dalam mendorong kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya," ungkapnya.

 
Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2022