NTT segera kirim 20 ton ikan segar ke Hongkong

id NTT,ikan kerapu,eksport ikan ke hongkong,ikan kerapu hidup

NTT segera kirim 20 ton ikan segar ke Hongkong

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (ANTARA/Benny Jahang)

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan 20 ton ikan kerapu hidup segera dikirim dari Kupang ke Hong Kong sebagai negara tujuan ekspor hasil perikanan dari NTT.

"Provinsi NTT merupakan daerah yang memiliki potensi perikanan dan kelautan yang sangat melimpah, setelah pemerintah NTT mengoptimalkan pengelolaan potensi pengembangan usaha budi daya ikan kerapu ternyata hasilnya sangat luar biasa," kata Viktor Bungtilu Laiskodat ketika dihubungi, Sabtu

Ia mengatakan Pemerintah NTT terus mendorong  investasi pengembangan usaha perikanan dan kelautan karena sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan pendapatan ekonomi.

Menurut dia pada Oktober 2022 Pemerintah NTT melakukan ekspor yang kedua berupa ikan kerapu hidup ke Hong Kong sebanyak 20 ton setelah sukses mengirimkan ikan kerapu hidup ke Hong Kong beberapa waktu lalu.

"Potensi pemasaran ikan hidup jenis kerapu di Hong Kong sangat potensial sehingga NTT memilih melakukan pengiriman ikan hidup langsung dari Kupang karena permintaan ikan kerapu hidup dari Hong Kong sangat tinggi," kata Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Ia berharap dengan semakin meningkatnya permintaan ikan hidup jenis lerapu dari Hong Kong maka pengiriman ikan dapat dilakukan setiap bulan karena potensi sumber daya alam kelautan di NTT sangat mendukung sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat NTT dengan cepat.

"Kami akan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan ikan hidup ke Hong Kong karena permintaan ikan segar dari negara itu sangat tinggi dan hal itu menjadi potensi pasar ikan yang sangat menjanjikan bagi Provinsi NTT," kata Gubernur.

Baca juga: Slank suarakan dukungan NTB-NTT tuan rumah PON 2028
Baca juga: 54 cabor dipersiapkan NTB-NTT untuk PON 2028


Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat mendorong para nelayan di NTT untuk terus mengembangkan usaha ikan kerapu hidup sehingga kebutuhan ikan segar yang diminta para pelaku usaha dari Hong Kong setiap bulan mencapai puluh ton bisa terpenuhi.