BNN razia Tempat Hiburan Malam di Senggigi

id BNNP NTB

BNN razia Tempat Hiburan Malam di Senggigi

BNN Prov NTB melakukan tes urine (Dhimas)

ada razia ini, kami menahan dua orang pengunjung yang terindikasi menggunakan narkoba
Mataram,  (Antara) - Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNNP NTB), Sabtu dini hari, telah menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam yang berlokasi di wilayah Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.

Razia yang digelar itu, BNNP NTB banyak melibatkan anggota pengamanan lainnya seperti Personel dari kepolisian, TNI, Polisi Militer, maupun Polisi Pamong Praja.

Dengan jumlah personel yang mencapai puluhan orang dan dilengkapi dengan persenjataan, BNNP NTB menelusuri lima tempat hiburan malam di wilayah Senggigi. Penelusuran yang berjalan hingga pukul 04.00 WITA itu, BNNP NTB menjaring dua pengunjung di "Citra Club Cafe".

"Pada razia ini, kami menahan dua orang pengunjung yang terindikasi menggunakan narkoba," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP NTB AKBP Bunawar di Mataram.

Kedua pengguna tersebut berinisial EL (43) warga Kampung Arab, Ampenan, seorang ibu rumah tangga dan MA (42) warga Dasan Agung, Selaparang yang berprofesi sebagai supir.

BNNP NTB menahan keduanya saat berada di dalam sebuah ruang karaoke "Citra Club Cafe". Saat digeledah, pihaknya tidak menemukan barang bukti berupa narkoba, namun saat dilakukan tes urine keduanya terindikasi positif.

"Kami menduga keduanya tidak menggunakannya saat berada di tempat. Karena saat digeledah, kami tidak menemukan barang bukti apapun," katanya.

Menurutnya, kedua pengunjung tersebut telah mengonsumsi narkoba sebelum berada di dalam ruangan. "Kemungkinan mereka telah menggunakan narkoba sejenis sabu-sabu atau ekstasi saat berada di luar," ucapnya.

Bunawar menduga keduanya menggunakan narkoba jenis sabu-sabu atau ekstasi berdasarkan tes urine yang menyatakan hasilnya mengandung zat methamphetamine dan Aphetamine.

Lebih lanjut ia menuturkan, kini keduanya masih ditahan BNNP NTB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. "Apakah direhabilitasi atau tidak, tergantung hasil pemeriksaan nanti," ucapnya.

Dalam proses pemeriksaan, BNNP NTB juga ikut melibatkan tim medis untuk mengecek kedua pengunjung tersebut. "Hasilnya juga tergantung dari pemeriksaan dokter," kata Bunawar.

Kemudian, saat disinggung mengenai lokasi razia yang kerap dilakukan BNNP NTB di wilayah Senggigi, Bunawar menuturkan kalau pihaknya mengetahui peredaran narkoba di daerah tersebut sudah mulai marak.

Sehubungan hal tersebut, ia menegaskan kalau BNNP NTB tidak tebang pilih dalam mencegah peredaran narkoba di wilayahnya. "Semua tempat pasti akan kami telusuri berdasarkan laporan dan penyelidikan tim kami di lapangan," katanya.