Mataram, (Antara NTB) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini fokus membenahi destinasi wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Drs Muhammad Nasir di Mataram, Senin, mengatakan pada 2015 Disbudpar selain melakukan promosi langsung di dalam dan luar negeri, juga akan membenahi objek wisata yang ada di Pulau Lombok dan Sumbawa.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB yang mencatat angka kunjungan wisatawan hingga akhir 2014 mencapai 1.629.122 orang, dengan rincian 752.306 dari mancanegara dan wisatawan nusantara 876.816 orang.
Berdasarkan angka kunjungan itu, katanya, Pemprov NTB pada 2015 terus melakukan pembenahan dan pengembangan di berbagai bidang, terutama destinasi wisata yang menjadi daya tarik wisatawan.
"Pembenahan Ini difokuskan pada destinasi wisata yang tidak dikelola oleh investor. Beberapa objek wisata masih perlu dilakukan penataan dan penyediaan sarana dan fasilitas pendukung yang lebih representatif," katanya.
Nasir menambahkan ada tiga hal yang menjadi fokus dalam penyediaan sarana dan fasilitas destinasi yakni "rest area" (shelter), kamar mandi atau tempat bilas, serta tempat sampah.
Lebih lanjut ia mengatakan ada beberapa destinasi wisata yang akan dibangun NTB di antaranya "open stage" (panggung terbuka) di Jalan Udayana Kota Mataram. Kemudian, penataan Jalan Lingkar Gili Air di Kabupaten Lombok Utara.
Selain itu, ada juga pembangunan fasilitas wisata di Aik Nyet Sesaot di Kabupaten Lombok Barat, Pembuatan "geo trail" Timbanuh untuk menuju Gunung Rinjani Kabupaten Lombok Timur dan pembangunan jalur pendakian menuju Gunung Tambora di Kabupaten Dompu.
Menurut Nasir, pembenahan destinasi wisata bukan hanya untuk mendatangkan wisatawan dan membuatnya betah untuk berwisata ke NTB, tetapi banyak dampak positif yang secara tidak langsung bermanfaat bagi masyarakat sekitar lokasi wisata.
"Destinasi wisata terus kita benahi. Selain untuk mendatangkan wisatawan, sektor ini bisa berperan dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja, atau memberi peluang a usaha di bidang pariwisata yang dikelola masyarakat sekitar," katanya.
Upaya lainnya yang dilakukan Disbudpar NTB adalah menggandeng kelompok sadar wisata dalam membangun destinasi wisata. "Kita juga mengajak kelompok-kelompok sadar wisata untuk membantu dalam pengembangan dan upaya menarik wisatawan datang berkunjung," ucapnya.
Sehubungan hal itu, Nasir berharap dari kelompok-kelompok yang sudah terbentuk nantinya akan tetap memelihara dan menjaga destinasi wisata tersebut.
"Dengan demikian, wisatawan akan merasa nyaman ketika berwisata. Jadi, keramahtamahan masyarakat lokal juga harus ditingkatkan serta kondusivitas keamanan destinasi harus tetap terjaga dengan baik," ujar Nasir. (*)