PSDKP kubur bangkai paus pembunuh palsu terdampar

id Paus terdampar,Psdkp Lingga,Batam,Kepri,Paus Killer Whale,Pseudorca Crassidens

PSDKP kubur bangkai paus pembunuh palsu terdampar

PSDKP Lingga dan beberapa instansi sedang mengecek ikan paus pembunuh palsu yang terdampar di Pantai Kebun Nyiur, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (15/8/2023) (FOTO ANTARA/HO-PSDKP Lingga)

Batam, Kepri (ANTARA) - Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Lingga bersama warga mengubur bangkai ikan paus jenis paus pembunuh palsu yang ditemukan terdampar di Pantai Kebun Nyiur, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (15/8) pagi.
 
"Langsung dikubur di sekitar lokasi penemuan, dibantu juga sama warga sekitar," kata Ketua Tim PSDKP Kabupaten Lingga, Suyono saat dihubungi dari Batam Kepulauan Riau, Rabu. Bangkai paus sepanjang 3,8 meter itu kata dia, ditemukan pertama kali oleh warga sekitar. Kemudian penemuan ikan paus tersebut dilaporkan ke PSDKP dan instansi terkait.
 
Ia menjelaskan bangkai ikan paus yang ditemukan itu masih kecil. Untuk jenisnya sendiri merupakan ikan paus pembunuh palsu. Saat ditemukan warga, ikan paus tersebut dalam keadaan mati. "Jenis bangkai itu adalah paus pembunuh palsu atau Paus Killer Whale dengan bahasa latin Pseudorca Crassidens," katanya.

Baca juga: Satu ekor Paus terdampar, dipotong-potong warga untuk dikonsumsi
Baca juga: Ini cerita nelayan penemu hiu paus di Cirebon
 
Dia menyebutkan, ikan paus tersebut diperkirakan baru beberapa jam mati sebelum ditemukan warga. Karena belum terlihat kerusakan dan bau pada bangkai ikan paus tersebut. "Kalau dilihat secara kasat mata masih baru karena belum ada perubahan fisik rusak atau bau. Diperkirakan baru sekitar 3 jam. Ikan tersebut masih kecil, ukurannya baru 2,3 meter kalau sudah besar beratnya bisa mencapai 8 sampai 10 ton dan panjangnya lebih dari 10 meter," demikian Suyono.