Unjani Bandung dukung penurunan stunting di Loteng

id Unjani Bandung ,Pemkab Lombok Tengah,Lombok Tengah, Kasus Stunting doi Lombok, NTB

Unjani Bandung dukung penurunan stunting di Loteng

Foto bersama Bupati Kabupaten Lombok Tengah Lalu Fathul Bahri (kiri) dengan Rektor Unjani Bandung, Jawa Barat Hikmahanto Juwana di Praya, Selasa (5/9/2023). (ANTARA/HO-Humas Pemkab Lombok Tengah)

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Bandung, Provinsi Jawa Barat melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat terkait dengan implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi untuk mendukung penurunan stunting di daerah setempat.

"Mahasiswa kami akan berikan penyuluhan dan juga mengelola masalah stunting," kata Rektor Unjani Bandung Hikmahanto Juwana di Praya, Selasa.

Kegiatan terkait dengan Tri Darma Perguruan Tinggi itu, seperti penyuluhan kepada masyarakat setempat, termasuk terkait dengan penurunan stunting. Sebanyak 151 mahasiswa Unjani ikut dalam kegiatan itu. Mereka terdiri atas 120 orang dari fakultas kedokteran dan 31 fakultas kedokteran gigi.   "Hari ini (5/9) kita akan menandatangani kerja sama implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi dengan Pemkab Lombok Tengah," katanya.

Pihak Unjani Bandung memilih Kabupaten Lombok Tengah sebagai tempat implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi, di antaranya karena adanya hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat NTB pada umumnya dan kabupaten itu pada khususnya. "Berdasarkan riset kesehatan daerah memang dari kesehatan gigi perlu mendapatkan penanganan," katanya.

Bupati Lombok Tengah Lalu Fathul Bahri menyampaikan terima kasih kepada pihak rektorat perguruan tinggi itu atas kepercayaan memilih daerah setempat sebagai tempat implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi Unjani.

Ia mengatakan Kabupaten Lombok Tengah saat ini sedang menata masa depan yang lebih cerah. Ia mengatakan bahwa membangun daerah tidak cukup hanya secara fisik.

"Namun nawaitu, niat, butuh dukungan dari semua pihak, termasuk juga pihak rektorat Universitas Jenderal Achmad Yani," katanya.

Ia menjelaskan komitmen kuat pemerintah daerah untuk menyekolahkan warga setempat ke fakultas kedokteran. Saat ini, Pemkab Lombok Tengah sedang menyekolahkan 10 mahasiswa dari jalur tahfiz non-APBD. Mereka para mahasiswa dari kelompok kaum duafa dan yatim.

Baca juga: Gabungan Organisasi Wanita Biak bantu cegah stunting
Baca juga: Kasus stunting di Kota Batam 1.207 jiwa pada 2023


"Kita tahu biaya kuliah di kedokteran (fakultas kedokteran, red.) itu mahal dan tak mungkin bisa dijangkau oleh masyarakat miskin, nah kita hadir membantu mereka untuk wujudkan mimpi menjadi seorang dokter," katanya.