Camat Ampenan Mataram buatkan tanggul "ban insang" antisipasi abrasi

id ban insang Pantai Ampenan

Camat Ampenan Mataram buatkan tanggul "ban insang" antisipasi abrasi

Ilustrasi - seorang warga berdiri di atas riprap atau pengaman tanggul di Pantai Ampenan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, untuk mencegah abrasi akibat gelombang pasang. (ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kecamatan Ampenan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera membuat tanggul dengan menerapkan metode "ban insang" sebagai langkah antisipasi abrasi pantai menjelang musim hujan disertai cuaca ekstrem.

Camat Ampenan Kota Mataram Muzakir Walad di Mataram, Selasa, mengatakan pemasangan tanggul ban insang dijadwalkan mulai pekan depan akhir bulan September 2023, secara gotong royong.

"Pemasangan ban insang kita percepat sebab biasanya abrasi pantai terjadi setiap tiga bulan akhir tahun sampai dua bulan awal tahun," katanya.

Dikatakan, metode ban insang adalah membuat tanggul menggunakan ban mobil bekas yang dibelah menjadi dua kemudian disusun seperti insang ikan.

Dengan teknik ini, ketika terjadi gelombang pasang maka pasir akan mengendap di ban sehingga dalam waktu lama terjadi tumpukan pasir dan akan terlihat seperti daratan dan menjorok ke lautan.

"Jika program ini berjalan lancar, maka tumpukan pasir yang sudah menjadi daratan akan kita tanami magrove sebagai bagian mitigasi bencana," katanya.

Saat ini pihaknya sudah memiliki satu truk ban mobil bekas yang akan dimanfaatkan menjadi tanggul dengan metode insang dengan panjang sekitar 200 meter dan lebar ke arah laut sekitar 4 meter.

"Ban insang akan kita buat di sepanjang Pantai Penghulu Agung yang selama ini menjadi titik rawan abrasi sehingga sering kali gelombang pasang masuk ke rumah warga," katanya.

Harapannya, melalui metode ban insang ini masyarakat yang berada di sempadan pantai bisa terhindari dari ancaman abrasi pantai yang setiap tahunnya terjadi saat musim angin barat.

"Apalagi, warga di Kecamatan Ampenan yang masih tinggal di sempadan pantai terdata sekitar 300 kepala keluarga," katanya.*