Pola makan sehat dianjurkan saat menghadapi musim hujan

id Musim hujan,Makanan bergizi,Dokter gizi,Banjir,Makan gizi seimbang,gizi semibang

Pola makan sehat dianjurkan saat menghadapi musim hujan

Warga mengenakan payung saat hujan di Jalan Raya Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/2/2024). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/YU)

Di musim hujan, suhu udara juga menjadi dingin, kita sedikit-sedikit akan terkena hujan
Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS. SpGK. (K) menganjurkan untuk menerapkan pola makan sehat dengan gizi lengkap guna menjaga ketahanan tubuh dalam menghadapi musim hujan.

"Di musim hujan, suhu udara juga menjadi dingin, kita sedikit-sedikit akan terkena hujan. Kita harus menjaga stamina untuk mencegah sakit," kata Luciana saat dihubungi ANTARA pada Jumat.

Luciana, yang meraih gelar doktoral untuk bidang gizi dari Universitas Indonesia, menganjurkan pola makan terjadwal yang terdiri dari tiga kali makanan utama dan dua sampai tiga kali makanan selingan dalam sehari. Makanan dengan gizi lengkap dan bervariasi terdiri dari makanan pokok yang menjadi sumber karbohidrat, lauk pauk yang kaya akan kandungan protein, ditambah dengan sayur dan buah-buahan.

"Jika kita makan lengkap dan bervariasi, maka semua zat gizi yang kita perlukan dapat tercukupi," ujar Luciana.

Baca juga: Pola makan buruk salah satu pemicu kanker kolorektal
Baca juga: Fakta dan mitos seputar pola makan sehat dan bergizi


Sebagai pelengkap dari makanan bergizi, Luciana menyarankan mengonsumsi vitamin dosis rendah agar kebutuhan nutrisi harian semakin terpenuhi.

"Vitamin dosis tinggi hanya diberikan oleh dokter jika ada kekurangan, yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium," tutur sang dokter gizi.

Intensitas hujan yang tinggi seringkali diikuti oleh terjadinya banjir di beberapa wilayah. Saat terjadi banjir, Luciana mengingatkan untuk menghindari air banjir karena sudah terkontaminasi oleh kotoran dan kuman.

Selain itu, dianjurkan untuk mencuci tangan dengan air bersih dan sabun saat terkena air banjir serta menghindari genangan air kotor yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

"Juga lakukan pemberantas jentik nyamuk dengan mengeringkan tempat yang tergenang air, termasuk air banjir," kata Luciana menambahkan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan hujan mengalami perpanjangan di Pulau Jawa dan belum ada tanda-tanda berakhir meski sekarang sudah memasuki bulan Maret.