KKP berikan kapal pengawasan perairan gili lampu

id KKP Pengawasan

SITA SIRIP HIU Kepala Seksi Pengawasan Ekosistem Perairan (PSDKP), Agustiawan (tengah) menunjukkan sirip ikan Hiu Paus serta insang Pari Manta yang termasuk hewan dilindungi saat diamankan di kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil wilayah NTB di Mataram, Selasa (23/6). Petugas KKP wilayah NTB berhasil mengamankan ratusan sirip ikan Hiu Paus (Rhincodon typus) serta tulang sayap dan insang ikan Pari Manta (Manta birostris) yang rencananya akan dipasok ke Surabaya seberat total 200 kg dari sejumlah pengepul di wilayah Tanjung Luar dan Rumbuk, Lombok Timur pada hari Senin (22/6/2015). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/Rei/nz/15.

Mataram (Antaranews NTB) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memberikan bantuan kapal laut kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Petarando untuk dimanfaatkan sebagai alat patroli pengawasan sekaligus melayani wisatawan di perairan Gili Lampu, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja NTB, Barmawi, di Mataram, Jumat, menjelaskan pemberian bantuan kapal berkapasitas lima gross tonnage dengan mesin 40 PK tersebut merupakan program Direktorat Jasa Kelautan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, KKP.

"Pembuatan kapalnya di Lombok, kemarin sudah dicek oleh Direktur Jasa Kelautan. Rencananya akan diserahkan dalam waktu dekat ini," katanya.

Ia mengatakan pemberian bantuan kapal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Pokmaswas Petarando dalam melakukan pengawasan sumber daya kelautan di perairan Gili Lampu dan sekitarnya.

Kapal laut tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk melayani para turis yang ingin "snorkling" atau "diving" (menyelam) di perairan Gili Lampu, dan gili-gili lainnya, seperti Gili Petagan, Gili Bidara, dan Gili Kondo.

Menurut Barmawi, Pokmaswas Petarando diperbolehkan pemanfaatkan kapal bantuan untuk kegiatan jasa pariwisata agar mereka memperoleh pendapatan yang bisa digunakan untuk pemeliharaan dan operasional dalam melakukan pengawasan di perairan laut.

"KKP memberikan kapal, namun pengelolaannya harus mandiri. Makanya kegiatan patroli laut dikombinasikan dengan jasa wisata mengangkut wisatawan," ujarnya.

Perairan Gili Lampu, kata dia, merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing dan domestik. Sebagian besar berkunjung untuk menikmati keindahan alam bawah laut pulau-pulau kecil di kawasan tersebut.

Oleh sebab itu, upaya pengawasan oleh pokmaswas sangat diperlukan agar sumber daya kelautan, seperti perikanan, terumbu karang, dan ekosistem mangrove tetap terjaga dari tindakan merusak yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

"Selain mengawasi tindakan penangkapan ikan dengan cara merusak, pengawasan terhadap wisatawan juga perlu dilakukan. Jangan sampai mereka menyelam dan menginjak-injak terumbu karang," katanya. 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar