Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mengusulkan pembangunan stadion kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 2028.
"Tahun ini kami mengusulkan pembangunan stadion olahraga untuk mendukung pelaksanaan PON 2028," kata Kepala Bapperida Lombok Tengah Lalu Wiranata di Lombok Tengah, Selasa.
Ia mengatakan pengusulan pembangunan stadion tersebut telah lama dilakukan namun tidak pernah direalisasikan pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah kembali mengusulkan pembangunan stadion tersebut untuk mendukung PON 2028 di NTB.
"Tahun ini diusulkan dan direalisasikan di 2026, sehingga 2028 dapat dimanfaatkan untuk PON 2028," katanya.
Baca juga: Tampak megah, Stadion GOR 17 Desember NTB direnovasi untuk PON 2028
Baca juga: Gubernur Iqbal siap pemaparan persiapan PON NTB 2028 di Kemenpora
Ia mengatakan lokasi pembangunan stadion tersebut tetap direncanakan di lapangan umum Praya atau di lokasi GOR Praya.
Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun stadion sekitar Rp100 miliar termasuk kelengkapan fasilitas olahraga atau tidak hanya lapangan sepak bola.
"Anggaran kebutuhan mencapai Rp100 miliar lebih untuk pembangunan stadion tersebut dengan kapasitas puluhan ribu penonton," katanya.
"Fasilitas untuk sekitar 20 cabang olahraga akan dibangun di stadion tersebut," katanya.
Baca juga: Gubernur Iqbal: NTB siap jadi tuan rumah PON 2028
Sebelumnya, Ketua KONI Nusa Tenggara Barat Mori Hanafi memastikan bahwa NTB siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama Nusa Tenggara Timur.
"Dalam pertemuan kami bersama Gubernur NTB dan NTT dengan Kemenpora dan KONI Pusat, kami siap betul-betul menjadi tuan rumah PON 2028," ujarnya usai rapat persiapan PON 2028 bersama pengurus cabang olahraga di Kantor Gubernur NTB di Mataram, Rabu.
Ia mengatakan kesiapan menjadi tuan rumah PON ini kemudian disampaikan kepada pengurus cabang olahraga yang ada.
"Jujur saja kemarin masih ada beberapa cabang olahraga yang ragu, bisa enggak NTB jadi tuan rumah. Tapi dengan kesiapan di semua lini semua cabang olahraga siap, Pemprov siap, KONI provinsi siap, termasuk dukungan bupati/wali kota jadi sudah jelas," terang Mori.
Baca juga: Menpora sebut PON 2028 di NTT-NTB fokus keberlanjutan
Mori menyatakan dengan kesiapan ini, pihaknya meminta cabang olahraga yang ada di daerah bisa mengundang masing-masing pengurus besar untuk melihat arena pertandingan yang sudah ditetapkan.
"Sudah ada PB cabang yang mengecek, cuman ada juga yang belum. Kenapa ini penting supaya kita tahu apakah sudah pas atau belum sehingga bisa kita tetapkan lokasi arenanya, karena tugas terberat dalam pelaksanaan PON itu adalah kesiapan arena pertandingan," katanya.