Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang memastikan saat ini dan beberapa hari ke depan tidak ada siklon tropis yang masuk ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan mengakibatkan cuaca ekstrem.
“Terkait pernyataan dari BRIN soal prediksi sirkulasi siklonik jika dilihat dari kondisi saat ini sirkulasi siklonik tersebut sudah meningkat menjadi Bibit Siklon 93S, tetapi posisinya jauh dari NTT dan terus bergerak menjauhi Wilayah NTT,” kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang Sti Nenotek saat dihubungi melalui WhatsApp (WA) di Kupang, Kamis.
Hal itu disampaikan menyusul munculnya penyataan BRIN yang memprediksi Sirkulasi Siklonik Senyar yang terbentuk tanggal 6 Desember 2025 di Laut Banda akan menjadi siklon tropis dan masuk ke wilayah NTT, sehingga mengakibatkan cuaca ekstrem, seperti hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Hal tersebut dikhawatirkan menjadi seperti yang terjadi di Pulau Sumatera yang mengakibatkan tiga provinsi dilanda banjir dan longsor akibat adanya cuaca ekstrem.
Dia menjelaskan Bibit Siklon di wilayah Indonesia saat ini ada dua yaitu Bibit Siklon 91S di Samudera Hindia barat Lampung yang menjadi bibit pada 7 Desember 2025 dan Bibit Siklon 93S di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sti menambahkan Bibit Siklon 93S ini berkembang dari sirkulasi siklonik yang terbentuk di Laut Banda pada 6 Desember 2025 lalu dan pergerakannya melewati wilayah NTT.
“Sehingga beberapa hari terakhir di NTT terjadi hujan sedang - lebat disertai petir. Bibit Siklon 93S ini akan terus bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah NTT, sehingga kondisi cuaca akan kembali membaik beberapa hari ke depan,” ujar dia.
Baca juga: Kamis, BMKG prakirakan hujan ringan guyur sebagian besar Indonesia
Dia menambahkan ada urutannya untuk bisa siklon tropis yang dimulai dari sirkulasi siklonik (C) lalu menjadi Pusat Tekanan Rendah (L) terus meningkat menjadi bibit siklon tropis dan terakhir menjadi siklon tropis
“Pada saat menjadi siklon tropis akan diberi nama seperti Siklon Tropis Seroja, Siklon Tropis Cempaka, dan Siklon Tropis Senyar,” ucapnya.
Siklon Tropis Seroja sempat terjadi di NTT pada 3 April 2021 yang mengakibatkan banjir dan banyak rumah hancur akibat diterjang angin kencang.
Baca juga: BMKG memprakirakan seluruh Jakarta diselimuti awan tebal Kamis
Dia menambahkan urutan siklon tropis itu biasanya berlangsung selama 2 - 3 pekan mulai dari sirkulasi siklonik dan terakhir menjadi siklon tropis.
“Pada November - April merupakan masa tumbuhnya bibit siklon dan siklon tropis di wilayah Indonesia bagian selatan dari selatan Pulau Sumatera sampai selatan Papua sehingga di periode ini kita perlu waspada, apabila ada bibit siklon dan siklon tropis yang tumbuh di selatan NTT, yang memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang - lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” tambah dia.