PMI mendistribusikan air selama gempa NTB capai 25 juta liter

id PMI NTB,Ridwan Hidayat,Distribusi Air ,Pascagempa NTB,Gempa Lombok,Gempa NTB,PMI distribusikan air selama gempa NTB

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Ridwan Hidayat. (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Nusa Tenggara Barat, H. Ridwan Hidayat mengatakan selama masa rehabilitasi dan pemulihan pascagempa bumi di provinsi itu PMI sudah mendistribusikan air bersih untuk masyarakat terdampak gempa mencapai 25,544 juta liter lebih.

"Air itu kita distribusikan kepada 193,056 penerima manfaat atau warga terdampak gempa," ujarnya di Mataram, Senin.

Selain bantuan air bersih, Ridwan, mengungkapkan PMI juga membangun pipanisasi sepanjang 46, 907 meter, membangun dua sekolah darurat, 22 tempat ibadah darurat dan memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 13,429 penerima manfaat atau masyarakat.

"PMI juga melakukan kegiatan kebersihan yang menjangkau 23,762 penerima manfaat dan dukungan psikososial kepada 20,355 penerima manfaat," ucap Ridwan.

Ridwan menyampaikan, seluruh bantuan tersebut berasal dari hasil sumbangan pemerintah dan masyarakat tanah di air melalui PMI. Bahkan, Ketua PMI yang juga Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla sejak pertama gempa pada 2018 terus memberikan dukungan.

"Alhamdulillah dalam satu hari setelah gempa beliau (Jusuf Kalla, red) kirim 20 unit mobil tangki dan bantuan lainnya dari PMI Pusat," terang Ridwan.

Menurut mantan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Tata Praja Setda Pemerintah Provinsi itu, PMI bersifat memfasilitasi dan mengkoordinasikan bantuan baik yang datang dari pemerintah maupun masyarakat maupun lembaga-lembaga donor lainnya yang langsung kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi.

"Kalau secara angka berapa yang sudah disalurkan saya lupa. Tapi setiap bantuan yang datang ke PMI langsung disalurkan kepada penerima manfaat," katanya.

Sebelumnya, Ketua PMI Pusat yang juga Wapres Jusuf Kalla, Sabtu (3/8) kemarin meresmikan masjid dan sekolah ramah gempa di Mataram, NTB. Pembangunan lima sekolah ramah gempa dan tiga masjid itu ditandai dengan penandatangan delapan prasasti oleh Wapres Jusuf Kalla. Bantuan masjid dan sekolah ramah gempa tersebut berlokasi di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, dan Lombok Timur yang merupakan wilayah terdampak gempa bumi yang melanda NTB pada 2018.

Kedelapan bangunan yang diresmikan itu, di antaranya SDN 2 Gumantar, SDN 1 Dangiang di Lombok Utara. Selanjutnya, Madrasah Tsnawiyah (MTS) Nahdatul Wathan Pangsor Gunung, SDI Obel-Obel Lombok Timur. SDI Asyababiyah Lombok Barat.

Kemudian, Masjid Nurul Andhor Tibuhatapan di Lombok Timur, Masjid Nurul Muttakin di Lombok Utara, Masjid Nurul Iman di Lombok Tengah. Sementara itu, dalam tahap pembangunan Masjid Quba Lombok Barat, Masjid Al-Muhajirin dan Masjid Al-Muttakin di Lombok Utara.

Selain itu, Wapres menyaksikan penyerahan bantuan satu unit kendaraan tangki air dan dua kendaraan ambulans dari Taiwan Evonomic Trade Office (Teto) serta satu unit kendaraan ambulans dari PT Samsung Elektonik Indonesia yang diserahkan kepada Ketua PMI NTB H Ridwan Hidayat.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar