Pemprov NTB menggelar operasi massal bibir sumbing gratis

id NTB,Bibir Sumbing ,RSUD Provinsi NTB

Pemprov NTB menggelar operasi massal bibir sumbing gratis

Wakil Gubernur NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah (kanan) menyaksikan secara langsung operasi bakti sosial bibir sumbing dan facial cleft di ruang operasi RSUD Provinsi NTB di Kota Mataram, Selasa (24/1/2023). (FOTO ANTARA/Pemprov NTB).

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Peprov NTB) menggelar operasi massal bibir sumbing dan "facial cleft" di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Siti Rohmi Djalilah menyaksikan secara langsung operasi bakti sosial bibir sumbing dan facial cleft ini dan sekaligus mengapresiasi kegiatan bakti sosial bibir sumbing tersebut.

"Kami mengapresiasi kegiatan yang digelar. Alhamdulillah, anak-anak kita mendapatkan bantuan operasi bibir sumbing dan facial cleft secara gratis. Bakti sosial ini merupakan salah satu ikhtiar Pemprov NTB untuk mengembalikan senyum anak-anak kita," katanya di Mataram, Selasa.

Wagub berpesan agar pihak yang berkompeten yakni rumah sakit dan yayasan agar mulai menginventarisir para penderita bibir sumbing terutama balita dengan menyasar dari Puskesmas dan Posyandu.

"Kami berharap, kegiatan operasi ini akan menjadi rujukan tindakan untuk Indonesia Timur," katanya.

Direktur RSUD NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra mengatakan, kegiatan ini didanai oleh Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit Langit (YPPCBL) sebuah lembaga non profit yang bekerjasama dengan RSUP NTB.

"Semoga dengan kegiatan ini makin banyak penderita yang terbantu karena rata rata mereka adalah warga masyarakat miskin," ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan ini melibatkan 35 penderita dari berbagai usia dan yang terkecil usia tiga bulan.

"Awalnya ada 40 orang dan sisanya tidak lolos skrining untuk layak operasi," katanya.

Pelaksanaan bakti sosial pra operasi rekonstruksi celah bibir dan langit-langit untuk balita dengan kelainan lahir bibir sumbing yang diharapkan dapat membantu masa depan para penderita melalui program Cipta Senyum Untuk Anak NTB.