Mataram menyiapkan petugas untuk tangani sampah seusai pawai ogoh-ogoh

id sampah mataram,sampah pawai,pawai ogoh-ogoh

Mataram menyiapkan petugas untuk tangani sampah seusai pawai ogoh-ogoh

Salah satu ogoh-ogoh yang disiapkan untuk pawai menyambut Hari Raya Nyepi 1945 pada Selasa (21/3/2023) di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan petugas untuk menangani sampah seusai pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan guna menyambut Hari Raya Nyepi pada Selasa, 21 Maret 2023.

"Tim penanganan sampah sisa pawai ogoh-ogoh sudah kita siapkan untuk menjamin kebersihan dan keindahan ruas jalan kota," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Minggu.

"Jadi, begitu pawai ogoh-ogoh selesai, ratusan petugas kami langsung turun melakukan pembersihan sehingga jalan yang menjadi rute pawai ogoh-ogoh bisa bersih kembali," ia menambahkan.

Dia menyampaikan bahwa sampah sisa pawai ogoh-ogoh bisa sampai sekitar dua ton banyaknya karena kegiatan itu diikuti dan disaksikan oleh banyak orang dari dalam maupun luar Kota Mataram. 

Setelah Hari Raya Nyepi, warga Muslim akan mulai menunaikan ibadah puasa Ramadhan. 

Kemal mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, volume sampah selama bulan Ramadhan biasanya sekitar 200 ton per hari di Kota Mataram.

"Volume sampah selama puasa tetap stabil, yakni sekitar 200 ton per hari, dan untuk jam buang dan angkut sampah tetap sama, tidak ada perubahan," katanya.

Ia mengatakan bahwa pengangkutan sampah di Kota Mataram dilaksanakan dari pukul 09.00 sampai 12.00 WITA lalu dilanjutkan lagi pada pukul 15.00 sampai 18.00 WITA.

Meski demikian, ia melanjutkan, waktu penempatan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, yang sebelumnya sampai pukul 18.00 WITA sekarang dibatasi sampai pukul 16.00 WITA.

Menurut dia, pemberlakuan pembatasan tersebut membuat sampah yang bisa diangkut ke TPA berkurang sampai sekitar 50 ton per hari.

"Sampah yang belum terangkut itu kita simpan di depo atau TPS untuk dipilah agar sampah yang ke TPA juga berkurang," katanya.

Ia mengatakan bahwa DLH Kota Mataram berupaya mengoptimalkan pemilihan sampah di tempat-tempat penampungan sementara sampah untuk mengurangi sampah yang harus diangkut ke TPA Kebon Kongok.