PUPR NTB mengapresiasi Inpres Jalan Daerah atasi infrastruktur

id PUPR NTB,jalan di NTB,Inpres Jalan Daerah NTB,Infrastruktur di NTB

PUPR NTB mengapresiasi Inpres Jalan Daerah atasi infrastruktur

Kepala Dinas PUPR Nusa Tenggara Barat (NTB), Ridwan Syah. (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Kepala Dinas PUPR Nusa Tenggara Barat Ridwan Syah mengapresiasi Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah sehingga menjadi solusi mengatasi pembangunan infrastruktur di wilayah itu.

"Alhamdulillah, adanya Inpres jalan daerah, sebagai solusi pembangunan infrastruktur di NTB, semoga segala usulan dapat ditangani secepatnya," ujarnya usai mendampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah menemui Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono dalam keterangan di Mataram, Selasa.

Ia mengatakan Inpres Jalan Daerah merupakan target dari Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan persoalan jalan yang menjadi kewenangan daerah tetapi ditangani melalui anggaran kementerian.

Selain itu, seluruh kepala daerah di NTB dengan gamblang dan lugas sudah menyampaikan berbagai persoalan infrastruktur di setiap daerah. "Seluruh kepala daerah yang hadir tentu saja menyampaikan secara gamblang dan lugas sehingga Menteri Basuki juga sangat merespon dengan cepat," tuturnya.

Adapun beberapa usulan yang telah diajukan, di antaranya mengenai infrastruktur jalan, penanganan usai banjir dan air bersih. Beberapa jalan yang sudah masuk lelang di bulan ini, di antaranya jalan di Lembar Gili Mas, jalan di Kecamatan Langgudu Bima, untuk ruas yang lainnya akan diupayakan di dalam periode kedua tahun ini, atau paling lambat 2024.

Usulan lainnya terkait penanganan pasca banjir di wilayah Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Untuk semua kabupaten akan diberikan bantuan bronjong dari Ditjen Sumberdaya Air untuk menangani lokasi - lokasi sungai termasuk pantai yang terkena abrasi, khusus Kota Mataram penyelesaian abrasi di sekitar pesisir pantai Ampenan.

Baca juga: Pengamat sebut langkah pemerintah ciptakan "Bali baru" lewat DPSP tepat
Baca juga: PUPR targetkan hunian ASN di IKN mulai konstruksi Juli 2023


Sementara, untuk air bersih telah diusulkan untuk di pulau Lombok SPAM regional untuk mendapatkan air baku dari BWS yaitu di mata air Sesaot, sehingga kebutuhan air minum dan air irigasi bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.