BPBD Bantul Yogyakarta salurkan 3,1 juta liter air bersih

id BPBD Bantul ,Distribusi air bersih ,Dampak kekeringan di Bantul

BPBD Bantul Yogyakarta salurkan  3,1 juta liter air bersih

Tangki air di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersama stakeholder terkait telah menyalurkan bantuan sebanyak 3,1 juta liter air bersih ke wilayah terdampak kekeringan akibat kemarau panjang 2023.
 

"Data infografis droping air bersih Kabupaten Bantul sejak 1 Juli sampai 1 Oktober 2023 mencapai 3,105 juta liter," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol saat dikonfirmasi di Bantul, Selasa.

Bantuan air bersih tersebut, lanjutnya, berasal dari BPBD Bantul (151 tangki), PMI Bantul (270 tangki), Dinsos Tagana Bantul (120 tangki), dan donasi dari masyarakat (80 tangki). Penyaluran bantuan air bersih ke lokasi kekeringan itu, kata dia, mengacu pada Surat Keputusan (SK) Bupati Bantul Tahun 2023 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan yang telah dilakukan perpanjangan hingga 30 November 2023.

Menurut dia, wilayah di Bantul yang terdampak kekeringan dan mendapat bantuan air bersih sebanyak delapan kecamatan, yang meliputi 14 kelurahan dan 27 dusun atau pedukuhan. "Dengan total sebanyak 5.224 kepala keluarga (KK) yang terdiri 21.296 jiwa," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan berdasarkan peta wilayah droping air bersih, kecamatan Dlingo, merupakan wilayah terbanyak mendapat bantuan air bersih yaitu 1,6 juta liter atau 321 tangki air, kemudian Kecamatan Kasihan sebanyak 500 ribu liter atau 86 tangki air.

Kemudian Pundong sebanyak 360 ribu liter air atau 72 tangki air, Imogiri sebanyak 295 ribu liter atau 59 tangki, Piyungan sebanyak 150 ribu liter atau 30 tangki, dan Pajangan 120 liter air, Pleret sebanyak 70 ribu liter, dan Pandak sebanyak 5.000 liter air.

Dia mengatakan masyarakat di wilayah tersebut memang menjadi langganan dan sesuai prediksi BPBD Bantul paling terdampak kekeringan dan mengajukan bantuan air bersih, karena lokasinya berada di daerah pegunungan yang jauh dari sumber air.

Baca juga: Pasokan air di empat kabupaten berstatus darurat masih aman di Yogyakarta
Baca juga: BPBD Kalsel padamkan kebakaran 30 hektare lahan di Tapin

"Dan kita selalu memantau update dari BMKG, yang terakhir itu menyampaikan awal November dasarian pertama sudah mulai hujan di DIY, tetapi di wilayah Kulon Progo dan Sleman utara. Sementara untuk Bantul sendiri mulai hujan di dasarian pertama Desember," katanya.