Wabup Lombok Tengah mengevaluasi penanganan kekeringan

id Evaluasi kekeringan ,Wakil Bupati Lombok Tengah ,Lombok Tengah ,NTB

Wabup Lombok Tengah mengevaluasi penanganan kekeringan

Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, HM Nursiah (ANTARA/Akhyar Rosidi)

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), HM Nursiah mengatakan kondisi sumber mata air mulai menipis seiring fenomena El Nino tahun ini, dan pihaknya mengevaluasi penanganan penyaluran air bersih kepada masyarakat.

"Evaluasi ini penting dilakukan supaya langkah penanganan dampak kekeringan di Lombok Tengah lebih maksimal," katanya di Praya, Selasa.

Dampak musim kemarau yang cukup panjang ini, kata dia, menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekurangan air bersih, termasuk sumber mata air di PDAM Lombok Tengah. Namun penyaluran air bersih kepada masyarakat saat ini terus dilaksanakan sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah (pemda).

"Penyaluran air bersih harus terus dilakukan supaya masyarakat yang kekurangan air bersih bisa terbantu," katanya.

Penyaluran air bersih kepada masyarakat itu tidak hanya dilakukan BPBD Lombok Tengah, namun pihak ketiga lainnya seperti TNI dan Polri.

"Evaluasi ini nantinya juga akan membahas kesiapan anggaran tambahan untuk penanganan dampak El Nino 2023," katanya.

Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Tengah idwan Maruf mengatakan jumlah kecamatan yang terdampak kekeringan pada musim kemarau 2023 semakin meluas, dari yang sebelumnya enam kecamatan menjadi delapan kecamatan.

"Saat ini ada delaoan kecamatan yang mengalami kekeringan air bersih dampak El Nino yang berkepanjanga," katanya.

Delapan kecamatan yang terdampak kekeringan itu adalah Praya Timur, Pujut, Praya Barat, Praya Barat Daya, Jonggat, Praya, Praya Tengah, dan Pringgarata.

"Untuk Kecamatan Batukliang, Batukliang Utara, Kopang dan Janapria, masih aman," katanya.

Ia mengatakan kekeringan saat ini diperkirakan masih terus berlanjut dan akan panjang. Bahkan diperkirakan kekeringan akan terjadi hingga akhir November dan musim hujan akan datang pada awal Desember.

Dengan kondisi itu maka droping air bersih harus tetap dilakukan untuk masyarakat.

“Air yang sudah kita droping kepada masyarakat sudah 230 tangki dari enam mobil tangki yang ada. Jadi stok untuk air bersih kita sebenarnya untuk 100 tangki, makanya saat ini anggaran sudah habis, meski begitu tapi distribusi air bersih tidak boleh berhenti dan sampai dengan saat ini kita masih didistribusikan air,” katanya.