PDAM akan perpanjang kontrak sewa lahan sumber mata air Raden Soedjono

id PDAM Lombok Timur,PDAM,Air di Lombok Timur,Lombok Timur

PDAM akan perpanjang kontrak sewa lahan sumber mata air Raden Soedjono

Kolam renang yang menjadi lokasi sistem instalasi pengolahan air menuju jaringan PDAM Lombok Timur di lahan pribadi milik properti keluarga dr. Raden Soedjono, Tete Batu, Lombok Timur, NTB, Sabtu (18/11/2023). (ANTARA/Dhimas B.P.)

Yang kami jalin kontrak itu fasilitasnya, seperti reservoar, bak penampungan


Apabila PDAM berencana memperpanjang kontrak, Raden Nino juga mengharapkan agar kewajiban pemeliharaan menjadi perhatian karena hal tersebut poin penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas dari debit air.

"Karena selama kontrak sebelumnya berjalan, hanya dari kami yang melakukan pemeliharaan dalam menjaga kuantitas dan kualitas debit air. Makanya, nanti akan kami lihat rancangan kontraknya seperti apa," ujarnya.

Selain itu, dalam penyusunan rancangan kontrak, Raden Nino mengingatkan agar PDAM tidak lupa dengan tujuan awal pemerintah membangun instalasi pengolahan air dari lahan miliknya menuju Kabupaten Lombok Timur bagian Selatan.

Dia menceritakan bahwa pada periode pertama Sukiman Azmy menjabat sebagai Bupati Lombok Timur di Tahun 2008-2013, muncul persoalan krisis air di wilayah Selatan.

Pemerintah saat itu berinisiatif mencari solusi dengan mengupayakan membuat instalasi pengolahan air dari kawasan Kaki Gunung Rinjani di wilayah Selatan.

Niatan itu, kata dia, pada kenyataan awal tidak berjalan mulus karena mendapat banyak penolakan dari warga yang berada dekat dengan sumber mata air, terkecuali keluarga Raden Soedjono.

"Melihat situasi saat itu, keluarga kami pun berembuk dan sepakat untuk berbagi air yang kami kelola secara pribadi kepada masyarakat di Selatan," ucap dia.

Silaturahmi dan rasa kekeluargaan yang terbangun dengan warga Selatan sejak era dr. Raden Soedjono mengusir wabah kolera di zaman kolonial Tahun 1912, menjadi pertimbangan kuat.

"Seperti pepatah Sasak yang mengatakan 'Berotak Gunung, Belelong Segare', (berkepala gunung dengan lautan jadi ekornya). Pepatah itu menjadi simbol keberadaan mata air dari Tete Batu yang mengalir deras hingga kawasan Selatan," kata Raden Nino.