Dompet Dhuafa berikan pendampingan lima komunitas di sepanjang Ciliwung

id eduwisata,Sungai Ciliwung,ekowisata,susur sungai

Dompet Dhuafa berikan pendampingan lima komunitas di sepanjang Ciliwung

Para jurnalis melakukan kegiatan susur sungai bersama DMC Dompet Dhuafa dan Komunitas Padepokan Ciliwung Condet di Condet, Jakarta Timur, Sabtu (16/12/2023). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Jakarta (ANTARA) - Lembaga nirlaba Disaster Managejement Center (DMC) Dompet Dhuafa memberi pendampingan peningkatan kapasitas terhadap lima komunitas masyarakat di sepanjang daerah aliran Sungai Ciliwung.

Staf Pengurangan Risiko Bencana DMC Dompet Dhuafa, Desi Sari, menjelaskan program pendampingan yang diberikan membuat komunitas tersebut tidak hanya belajar tentang pengelolaan sungai dan konservasi budaya, tetapi juga tentang banjir dan pengetahuan kebencanaan lainnya.

"Kita ingin membuat peradaban sungai Ciliwung sebagai pilar kehidupan mereka dengan mengaktivasi komunitas yang sudah ada dan mendukung sumber daya yang sudah mereka miliki," kata Desi di kegiatan Jurnali Siaga Bencana di kawasan Condet, Jakarta Timur, Sabtu.

Desi menjelaskan bahwa dari 50 komunitas yang ada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS Ciliwung), pihaknya baru bisa melakukan pendampingan untuk lima komunitas di tahap pertama.

Kelima komunitas tersebut, yakni Padepokan Ciliwung Condet di Condet, Saung Bambon di Srengseng Sawah, Kedung Sahong di Lenteng Agung, Ciliwung Muara Bersama di Tanjung Barat, dan Komunitas Memanah Tanjungan (Kometa) di Balekambang.

Komunitas tersebut memiliki dua fokus pengembangan, yakni ekowisata dan eduwisata sungai yang berada di Saung Bambon, Kedung Sahong dan Ciliwung Muara Bersama. Sejumlah kegiatan yang dapat dilakukan masyarakat sekitar bersama komunitas tersebut, yakni arung sungai atau susur sungai, pengelolaan sampah dan saung pembibitan dan perkemahan.

Sementara itu, fokus pengembangan lainnya yang dilakukan DMC Dompet Dhuafa yakni kampung peradaban Betawi.

Baca juga: Bone Bolango Gorontalo gelar pelatihan pemandu ekowisata
Baca juga: Lantebung menjadi laboratorium ekososial pengembangan mangrove


Di Padepokan Ciliwung Condet sendiri, masyarakat bisa menikmati eduwisata sungai dan pelestarian batik Betawi, serta emping condet. Kemudian, masyarakat juga bisa berlatih memanah dan menikmati kuliner Betawi di Komunitas Memanah Tanjugan (Kometa).

Dari lima komunitas tersebut, sudah ada tiga di antaranya yang kini memiliki legalitas sebagai yayasan sehingga mereka dapat melakukan peningkatan kapasitas bersama pemangku kepentingan lainnya.