Teluk Tamiang minta Pemkab Kotabaru realisasikan jalan antardesa

id Jalan antar desa, jalan teluk Tamiang, pemkab Kotabaru

Teluk Tamiang minta Pemkab Kotabaru realisasikan jalan antardesa

Kepala Desa Teluk Tamiang Hendra di Teluk Tamiang, Kotabaru, beberapa waktu lalu. (ANTARA/Sujud Mariono)

Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - Warga Desa Teluk Tamiang Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Kalimantan Selatan minta Bupati Kotabaru Sayed Jafar segera merealisasikan pembangunan jalan dari Desa Kampung Baru menuju Desa Teluk Tamiang.
Kepala Desa Teluk Tamiang Hendra di Kotabaru, Rabu, mengatakan Bupati Kotabaru menjanjikan perbaikan jalan dari Desa Kampung Baru menuju Desa Teluk Tamiang sepanjang tujuh kilometer menggunakan dana kompensasi perusahaan pada beberapa tahun lalu.

"Namun hingga saat ini janji itu belum juga terealisasi," kata Hendra.

Untuk mendapat kepastian terhadap rencana pembangunan jalan tersebut, Hendra sempat mendapat undangan beberapa kali dan hadir pada rapat rencana pembangunan daerah di Kantor Bappeda Kabupaten Kotabaru.

Namun hasil dari rapat tersebut hingga saat ini belum ada titik terang realisasi pembangunan jalan itu. Bahkan, pemerintah desa juga sempat mendatangi ke Dinas PUPR Kotabaru untuk mencari informasi terkait pembangunan jalan tersebut, namun tidak ada kepastian.

"Kami mewakili warga Desa Teluk Tamiang mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Kotabaru agar dapat merealisasikan pembangunan jalan Desa Kampung Baru menuju Desa Teluk Tamiang yang sebelumnya pernah dijanjikan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar," ucap Hendra.

Menurut dia, Desa Teluk Tamiang merupakan desa yang memiliki potensi besar sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun harus mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah daerah untuk pengelolaan dan penataan sumber daya alam di desa itu.

Hendra mengungkapkan Desa Teluk Tamiang memiliki objek wisata pantai pasir putih dan terumbu karang dengan tingkat pengunjung 500-1.000 orang per hari, bahkan keindahan tidak kalah menarik dibanding pantai yang ada di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Namun para pengunjung banyak yang mengeluh dan menyesalkan kenapa jalan menuju Desa Teluk Tamiang atau Pantai Teluk Tamiang kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah," kata Hendra.

Desa Teluk Tamiang berjumlah penduduk sebanyak 700 Kepala Keluarga atau 1.400 jiwa dengan mayoritas sebagai nelayan yang mampu menghasilkan lima ton ikan tenggiri dan ikan kembung per minggu dikirim ke Kota Banjarmasin dan Provinsi Kalimantan Timur.

Sejak beberapa tahun yang lalu,  Desa Teluk Tamiang mengembangkan balai benih ikan kakap putih untuk mendukung program pemenuhan kebutuhan ikan di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur, namun saat ini tidak berjalan secara maksimal.

Baca juga: Polri menyiapkan rekayasa lalin jalan tol saat arus balik Natal
Baca juga: Jalan panjang TNI AU mencetak penerbang baru


"Artinya apa, semua ini adalah potensi yang bisa dikembangkan untuk menjadi PAD, namun pemerintah daerah terkesan tutup mata terhadap hal tersebut," tutur Hendra.

Padahal, menurut Hendra, terdapat perusahaan batubara yang cukup besar di Desa Teluk Tamiang, namun pemerintah desa belum mendapatkan dana tanggung jawab lingkungan sosial (TJSL) atau "corporate social responsibility" (CSR) dari perusahaan tersebut