Capres Prabowo dianggap paling mampu ciptakan lapangan kerja

id Pemilu 2024,Prabowo Subianto,Lapangan Kerja,Kenaikan Harga,Korupsi

Capres Prabowo dianggap paling mampu ciptakan lapangan kerja

Ilustrasi Pemilu 2024 yang luber dan jurdil. ANTARA/Ilustrator/Kliwon

Jakarta (ANTARA) - Survei lembaga riset Veracity menunjukkan responden beranggapan Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) yang paling mampu menurunkan harga dan menciptakan lapangan kerja dengan persentase 47 persen.

"Artinya terbuka peluang besar bagi Pak Prabowo untuk mendapat tambahan suara dengan cara mengangkat isu-isu ekonomi secara lebih eksplisit karena masalah perut inilah yang sehari-hari dirasakan oleh masyarakat," ujar Direktur Veracity Muhammad Akram dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Survei mendalami berbagai permasalahan yang dialami oleh masyarakat. Kenaikan harga dan kurangnya lapangan kerja menempati peringkat kedua dan ketiga dengan masing-masing persentase 46 persen dan 30 persen.

Akram menjelaskan bahwa masyarakat menilai terjadi banyak diskriminasi berdasarkan umur dan penampilan dalam rekrutmen tenaga kerja. Selain kenaikan harga dan kurangnya lapangan kerja, isu utama yang dialami masyarakat, yakni korupsi atau penyalahgunaan wewenang dalam berbagai bentuk, mulai dari penyaluran bantuan sosial di tingkat RW yang salah sasaran sampai fasilitas mewah untuk koruptor di penjara, yang menempati peringkat pertama dengan persentase 55 persen.

Secara keseluruhan, kata dia, survei mencatat pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengungguli elektabilitas dengan persentase 44 persen, berikutnya pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) di posisi kedua dengan elektabilitas sebesar 27 persen dan pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud Md. (GaMa) di posisi ketiga dengan elektabilitas 20 persen.

Dalam hal pilihan partai, Akram menyebutkan survei menunjukkan Partai Gerindra memperoleh porsi suara terbanyak dengan persentase 24 persen, berikutnya  PDI Perjuangan sebesar 18 persen, Partai Golkar mengamankan 11 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 10 persen, dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) 8 persen.

Selanjutnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mencatat persentase sebesar 8 persen, Partai Demokrat 6 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 4 persen, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2 persen.

Ia menyebutkan sebanyak 2 persen responden tidak tahu siapa yang akan mereka pilih, 1 persen belum memutuskan, dan 4 persen responden menyatakan tidak mendukung partai mana pun.

Namun, kata dia, terdapat resistensi terhadap beberapa partai. Dalam survei, PDI Perjuangan diposisikan sebagai partai dengan jumlah pemilih yang paling besar menyatakan pasti tidak akan memilih mereka, yaitu sebesar 14 persen, sedangkan PSI dan PKS masing-masing dihindari oleh 5 persen dan 4 persen responden.

Sementara itu, sebanyak 18 persen responden masih belum memutuskan dan 11 persen menyatakan tidak tahu sehingga menunjukkan ketidakpastian atau ketidakyakinan dalam pilihan mereka.

 Data tersebut memberikan perspektif tambahan terhadap dinamika elektoral dengan mengungkap kecenderungan pemilih untuk menghindari partai-partai tertentu. Survei berjudul Mungkinkah Pilpres Indonesia Satu Putaran?" tersebut dengan metode sampel bertingkat acak (multistage random sampling) dari sebanyak 1.600 responden dengan margin kesalahan +/-2,5 persen. Sampel mencakup kota-kota di area urban dan rural di 34 provinsi.

Veracity juga menerapkan prosedur back-checking 100 persen menggunakan fasilitas CATI (Computer Assisted Telephone Interview) Fieldwork untuk survei tersebut dengan cermat pada tanggal 7—20 Januari 2024.

Baca juga: Relawan Prabowo-Gibran nyalakan 1.000 lilin
Baca juga: Kelompok profesi pertukangan siap bantu 02


Untuk memperkaya data, dilakukan serangkaian diskusi kelompok terfokus atau focus group discussion (FGD) secara luring pada tanggal 18—29 Januari 2024. Sebanyak delapan FGD dijalankan menjangkau responden acak dari kelas sosial menengah ke bawah (B hingga E) di area urban Bandung, Semarang, dan Surabaya dengan rentang usia 20—55 tahun. Setiap FGD terdiri atas delapan peserta aktif per grup.