Pemda Diminta Tuntaskan Masalah Kekeringan Di Donggo

id masalah kekeringan

Aksi unjuk rasa Himasdo di depan kantor Gubernur NTB, Jumat (11/8). (ANTARA NTB/Sadim)

"Pemerintah harus turun tangan, perhatikan daerah kami yang kering, krisis air sudah lama terjadi di tempat kami,"
Mataram, (Antara NTB) - Himpunan Mahasiswa Suku Donggo (Himasdo) meminta pemerintah daerah untuk segera menangani kekeringan di Kecamatan Donggo dan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Permintaan itu disampaikan sekelompok mahasiswa asal Donggo ini dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur dan DPRD NTB, Jumat.

"Pemerintah harus turun tangan, perhatikan daerah kami yang kering, krisis air sudah lama terjadi di tempat kami," kata koordinator lapangan Himasdo Amal Abrar dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa membawa puluhan jerigen kosong yang dijajarkan di depan gerbang kantor Gubernur NTB. Aksi massa mengibaratkannya sebagai kondisi kekeringan yang sedang dihadapi masyarakat.

"Jerigen ini kami bawakan untuk gubernur agar dia tahu penderitaan kami yang sangat sulit mendapatkan air," ujarnya.

Karena itu, aksi massa menuntut agar pemerintah dapat meloloskan anggaran penanganan krisis air di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Bima dalam APBD Perubahan 2017 dan APBD 2018.

Dengan solusi itu, krisis air di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Bima pastinya bisa teratasi.

Kepada wartawan, Amal Abrar mengatakan bahwa penanganan krisis air diwilayahnya sudah lama tidak mendapat perhatian pemerintah.

Untuk ketersediaan air bagi kebutuhan hidup masyarakat setempat, jelasnya, sangat sulit didapat. Bahkan tak sedikit oknum warga yang dengan sengaja memanfaatkan kondisi ini untuk menjual air bersih kepada masyarakat.(*)

Editor: Dimas
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar