BRI Mataram Perbanyak Agen "Brilink" di Perdesaan

id BRI Mataram

.

"Kami fokus membentuk agen-agen di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan"
Lombok Utara (Antara NTB) - Perseroan Terbatas Bank Rakyat Indonesia Cabang Mataram, Nusa Tenggara Barat, terus memperbanyak jumlah agen "Brilink" di perdesaan yang bisa melayani masyarakat untuk bertransaksi keuangan.

"Kami fokus membentuk agen-agen di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan, terutama di utara dan selatan Pulau Lombok," kata Pimpinan Cabang BRI Cabang Mataram Mochammad Harsono, di sela penarikan undian hadiah simpanan pedesaan (Simpedes), di Tanjung Ibu Kota Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (7/10).

Ia menyebutkan jumlah agen "Brilink" yang sudah terbentuk sebanyak 548 unit dari target 800 unit pada 2017.

Ratusan agen tersebut tersebar di Kota Mataram sebanyak 277 unit di Kota Mataram, dan di Kabupaten Lombok Barat 165 agen. Sementara di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 66 agen atau satu desa sudah memiliki satu agen "Brilink".

Menurut Harsono, penambahan jumlah agen di pelosok desa difokuskan pada daerah-daerah yang menjadi basis ekonomi dan pariwisata, seperti di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

"Di Sekotong, sudah ada 50 agen. Kami akan tambah jumlahnya karena potensi dana pihak ketiga dan penyaluran kredit di daerah penghasil komoditas perikanan laut dan pariwisata itu cukup potensial," ujarnya.

Dengan adanya agen "Brilink", kata dia, masyarakat di perdesaan relatif lebih mudah bertransaksi keuangan tanpa harus mengeluarkan biaya relatif besar ke pusat kota agar bisa mengakses perbankan.

Berbagai transkasi yang bisa dilakukan melalui agen, yakni transfer antarbank, tarik/setor tunai, angsuran pinjaman, mengisi pulsa listrik dan telepon genggam, serta membayar angsuran ke perusahaan pembiayaan.

Dengan membentuk agen, lanjut Harsono, akan menggairahkan roda perekonomian, khususnya di daerah-daerah pinggiran yang selama ini belum tersentuh perbankan atau industri keuangan lainnya.

Sebab, agen akan mendapatkan jasa dari setiap transaksi keuangan yang dilakukan. Di samping, adanya penyerapan dana pihak ketiga di pelosok desa yang selama ini belum optimal digarap perbankan.

"Kami memberikan jasa transaksi hingga 50 persen dari nilai transaksi yang dihasilkan agen. Bahkan, kami memberikan penghargaan berupa hadiah sepeda motor dan menyiapkan umrah bagi agen yang berprestasi," katanya. (*)

Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar