Palang merah internasional kunjungi korban gempa Lombok

id palang merah

Sejumlah warga duduk di depan selter darurat di Dusun Apitaik, Desa Guntur Macan, Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (8/10/2018). Palang Merah Indonesia (PMI) membangun sebanyak 2.079 selter darurat di tujuh kabupaten terdampak gempa Lombok. Selain itu PMI juga memberikan pelayanan kesehatan gratis, Water Sanitation and Hygiene (WASH), distribusi bantuan, dukungan psikososial dan pemulihan hubungan keluarga. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww. (1) (1/)

Saya sangat senang sekali melihat mereka (korban gempa) sudah ada semangat untuk bangkit kembali
Lombok Utara (Antaranews NTB) - Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies/IFRC) berkunjung ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk mengecek kondisi para korban gempa bumi sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan diterima secara nyata.

"Kedatangan kami untuk memberi dukungan kepada Palang Merah Indonesia di NTB karena sekaligus melihat keadaan penduduk di Lombok yang terkena bencana," kata Sekretaris Jenderal IFRC, El Hadj Asy Sy, di sela kunjungannya ke Desa Pendua, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (7/11).

Menurut El Hadj, para korban gempa bumi memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, kunjungan ke lapangan akan memberikan informasi secara nyata tentang kondisi dan apa yang dibutuhkan selama masa pemulihan pascagempa.

Pihak IFRC sudah memberikan dukungan berupa bantuan pembangunan selter dan hunian sementara bagi para korban gempa bumi di Pulau Lombok.

Bantuan lain yang diberikan dalam bentuk pembangunan sanitasi yang layak, penyaluran air bersih menggunakan mobil tangki PMI, layanan kesehatan, dan layanan sosial bagi anak-anak terdampak gempa, serta bantuan pemulihan ekonomi masyarakat.

Penyaluran bantuan kepada para korban gempa di Pulau Lombok tersebut dilakukan bekerja sama dengan PMI pusat dan PMI NTB.

"Kami memberikan bantuan bukan dalam bentuk uang tunai, tapi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, seperti air bersih dan layanan kesehatan serta pemulihan ekonomi," ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa pemberian bantuan dan pendampingan kepada para korban gempa akan berjalan selama 18 bulan atau hingga 2020, agar masyarakat di Pulau Lombok bisa bangkit kembali.

"Saya sangat senang sekali melihat mereka (korban gempa) sudah ada semangat untuk bangkit kembali," katanya.

Sementara itu, Ketua PMI NTB Ridwan Hidayat menyambut baik dukungan dari seluruh keluarga besar PMI se-Indonesia, dan IFRC.

Dukungan yang diberikan diharapkan akan mampu menyelesaikan secara cepat berbagai permasalahan yang dialami para korban gempa, seperti masalah sosial, ekonomi, dan kesehatan.

Ia menyebutkan dari donasi yang dihimpun oleh PMI pusat dan disalurkan ke NTB, telah terwujud sebanyak 30.000 unit hunian sementara yang sudah ditempati korban gempa.

Jumlah tersebut melebihi dari target sebanyak 20.000 unit.

IFRC juga akan memberikan dukungan bantuan permodalan sebesar Rp930.000 per kepala keluarga selama tiga bulan melalui program "Cash Transfer Program". Jumlah penerima bantuan sebanyak 10.000 kepala keluarga.

"Kami sangat menyambut dengan penuh kegembiraan karena IFRC secara cepat memberikan respon. Itu menunjukkan hubungan manusia terhubung dalam soal kemanusiaan," katanya.

Rombongan IFRC mengunjungi korban gempa bumi di Desa Dangiang, dan Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Mereka juga mengunjungi para korban gempa bumi di Desa Guntur Macan, Kabupaten Lombok Barat.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar