Aktivis milenial deklarasikan tolak hoaks

id tolak hoaks

Dok

Deklarasi ini murni inisiasi elemen milenial muda yang berkumpul bersama untuk melawan hoaks dan menolak politik identitas
Mataram (Antaranews NTB) - Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia, menggelar aksi deklasi menolak hoaks di Car Free Day (CFD) Surakarta, Minggu.

Dari siaran pers, sekitar 200 pemuda milenial melakukan orasi menolak hoaks dan politik SARA di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Sriwedari, Surakarta. Puluhan spanduk dan poster bertulis ajakan lawan hoaks, menolak golput, dan politik SARA dibawa beriringan dari Lapangan Kottabarat hingga ke perempatan Novotel sebelum Tugu Ngarsopuro.

Koordinator Nasional (Koornas) Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia, Asep Irama, menyebutkan, kegiatan deklarasi dan orasi itu digelar sebagai kepedulian milenial untuk memberangus konten hoaks dan politik agama.

Prinsipnya, kata Asep, satu yang pihaknya inginkan adalah Solo yang damai dan Indonesia yang berkemajuan.

"Deklarasi ini murni inisiasi elemen milenial muda yang berkumpul bersama untuk melawan hoaks dan menolak politik identitas. Fungsi politisnya, kami mendorong pemilih milenial di Indonesia bisa menggunakan hak suaranya," ungkap Asep.

"Partisipasi politik milenial mesti terus dibangun. Proporsi pemilih milenial sangat besar, setidaknya ada 34,2 persen, jadi tentu saja masa depan bangsa berada di pilihan politik milenial. Bukan malah apatis lalu golput," katanya.

Tidak hanya soal proporsi pemilih yang cukup besar, Asep menjelaskan, generasi era 1990-an itu dinilai paling rentan terhadap berita bohong atau hoaks. Hal tersebut, menurut Asep, tidak lepas dari tipe milenial yang memang lebih dekat dengan kerja dalam jaringan dan digital native.

"Kita mendorong penguatan literasi politik milenial terus dikembangkan, melalui edukasi politik. Sehingga, konten media sosial yang penuh dengan hasutan, propaganda, dan agitasi bisa kita lawan. Hoaks berbahaya untuk kecerdasan moral dan intelektual publik," katanya.

Bagi Asep, kegiatan deklarasi ini akan menolak secara tegas terhadap segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, provokasi, dan adu domba yang dapat memecah keadaban dan kerukunan publik.

Dikatakan Asep, Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia sejak awal memang fokus mendampingi dan mensosialisasikan pendidikan politik kepada generasi muda. Bahkan, HAM Indonesia sudah melakukan kegiatan serupa di sejumlah kota/provinsi di Indonesia.

"Ide dan nilai yang kita usung akan terus kita suarakan di banyak kota dan provinsi di Indonesia. HAM Indonesia akan menjadi wadah milenial untuk bersama-sama merawat keadaban dan kesejahteraan bangsa, melawan pengaruh medsos hoaks, termasuk menolak politisasi agama dan identitas," katanya.





 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar